Madina,growmedia-indo.com -
Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya merespon dugaan manipulasi data PPPK PW (paruh waktu) di SD Negeri 336 Sinunukan V, yang meloloskan dua guru honorer yang masa pengabdian masih enam bulan, Selasa (27/1).
"Informasi atas dugaan ini pastinya harus kita telusuri terlebih dahulu, karena harus kita buktikan kebenarannya," ucap Plt Inspektur Madina, Munawar, ketika ditemui di ruang kerjanya.
Katanya, menegakkan aturan itu harus dengan proses kehati-hatian karena ini berbicara masalah hukum.
"Ini kan bicara tentang hukum, harus ditegakkan prinsip kehati-hatian di dalam prosesnya. Kita akan mengambil data umum terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan secara terinci. Soal pelantikan PPPK PW itu tidak masalah, proses itu tetap harus berjalan. Kalau benar ada kesalahan nantinya pasti juga ada sanksinya," kata Munawar.
Sebelumnya diberitakan, ada dua oknum guru di sekolah itu lulus seleksi PPPK PW yang masa pengabdiannya diduga masih prematur (pertengahan Juli 2024, aktif Agustus 2024).
Dugaan ini pun mengerucut tentang manipulasi data yang juga diduga dilakukan oleh Kepala Sekolahnya dengan mengutak atik berkas Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).
( Faisal Nasution)





