![]() |
| Opini Desa Jeriji di Persimpangan Sejarah: Saat Suara Rakyat Menentukan Arah Masa Depan ,Penulis: Sandri, S.Pd ,Pemuda Desa Jeriji |
Bangka Belitung, Growmedia,indo,com-
“Sebuah desa tidak akan berubah hanya karena pergantian pemimpin, tetapi akan berubah ketika masyarakat berani memilih pemimpin yang memiliki visi, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat.”
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bukan sekadar pesta demokrasi di tingkat paling bawah pemerintahan. Lebih dari itu, Pilkades menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, pemberdayaan warga, serta masa depan generasi muda selama beberapa tahun ke depan.
Kini, Desa Jeriji berada di titik persimpangan sejarah. Kontestasi ini bukan hanya soal siapa yang akan memperoleh suara terbanyak, melainkan ujian apakah demokrasi desa mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan dan harapan warganya. Pada akhirnya, kepala desa bukan sekadar simbol jabatan, melainkan wajah pelayanan yang paling dekat dengan persoalan sehari-hari rakyat: mulai dari ekonomi, pendidikan, infrastruktur, lapangan kerja, hingga ruang berkembang bagi anak muda.
Secara hukum, penyelenggaraan Pilkades memiliki landasan yang kuat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, ketentuan mengenai pemilihan kepala desa diatur secara rinci dalam Pasal 31 hingga Pasal 39. Aturan ini menegaskan bahwa kepala desa dipilih langsung oleh rakyat melalui mekanisme yang bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Panitia pemilihan pun dituntut bekerja secara mandiri dan tidak memihak, agar proses demokrasi berjalan dengan integritas. Artinya, satu suara yang diberikan oleh warga bukanlah formalitas belaka, melainkan penentu arah kemajuan desa.
Di tingkat daerah, Kabupaten Bangka Selatan juga telah mengatur tata cara penyelenggaraannya melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 yang kemudian diperbarui dengan Perda Nomor 4 Tahun 2017. Aturan ini mengatur seluruh tahapan, mulai dari persiapan, pencalonan, pemungutan suara, hingga penetapan kepala desa terpilih. Namun, regulasi hanyalah kerangka kerja. Hal yang paling menentukan adalah kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
Tantangan yang dihadapi Desa Jeriji semakin kompleks. Pembangunan tidak lagi hanya diukur dari panjang jalan atau kelengkapan administrasi. Desa harus mampu menjawab tantangan zaman: membuka peluang usaha, mengembangkan UMKM, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi digital, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi.
Di sinilah peran anak muda menjadi sangat penting. Selama ini, seringkali pemuda hanya dianggap sebagai pengikut keputusan orang tua. Padahal, mereka memiliki energi, gagasan segar, dan kemampuan untuk menjadi penggerak perubahan. Anak muda Jeriji tidak boleh hanya menjadi penonton dalam sejarah desanya sendiri; mereka harus hadir sebagai pengawal demokrasi, tidak hanya saat mencoblos, tetapi juga dalam mengawasi jalannya pemerintahan desa.
Pilkades kali ini harus menjadi titik balik meninggalkan politik identitas, kekeluargaan sempit, atau pembagian kelompok. Demokrasi desa harus naik kelas menjadi ajang pertarungan gagasan dan program kerja. Kita membutuhkan pemimpin yang mampu menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana menciptakan lapangan kerja bagi pemuda? Bagaimana mengolah potensi desa menjadi kekuatan ekonomi warga? Bagaimana pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses? Dan bagaimana memastikan suara warga kecil benar-benar didengar dan diwujudkan?
Desa yang kuat bukanlah desa yang hanya memiliki anggaran besar, melainkan desa yang dipimpin oleh sosok dengan hati melayani. Masyarakat berhak memilih pemimpin yang tidak hanya muncul saat butuh dukungan suara, tetapi hadir saat rakyat membutuhkan solusi. Pemimpin yang baik bukan yang paling banyak menjanjikan, melainkan yang paling mampu membuktikan lewat kerja nyata.
Setelah proses pemilihan selesai, persatuan harus tetap terjaga. Kemenangan terbesar bukan hanya diraih oleh satu pihak, melainkan ketika seluruh warga merasa memiliki pemimpin yang sama dan bergerak membangun desa bersama-sama.
Kepada seluruh pemuda dan warga Desa Jeriji, mari gunakan hak pilih ini dengan bijak. Pilihlah berdasarkan rekam jejak, visi yang jelas, dan komitmen yang nyata. Sebab memilih pemimpin hari ini berarti memilih wajah dan masa depan Desa Jeriji di tahun-tahun mendatang. Perubahan tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu, melainkan bagi mereka yang berani bersuara, berpikir kritis, dan siap bergerak.





