Surabaya,growmedia-indo.com -
Penetapan 1 Syawal atau Hari Raya IdulFitri 2026 berotensi ada perbedaan sebagai dinamika yang lumrah dalam kehidupan beragama di Indonesia. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, Masduki Toha menegaskan perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
Beliau ajak masyarakat untuk lebih mengedepankan sikap toleransi serta memperkuat silaturahmi sesama umat Islam.
“Pesan untuk Lebaran tahun ini, yang penting kita kuatkan silaturahmi dan persaudaraan. Jika hubungan antarumat sudah baik, maka bangsa ini akan menjadi lebih baik,” ucap Masduki, Minggu (15/3/2026).
Menurut ia, perbedaan dalam penetapan hari besar keagamaan merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menyikapinya dengan kedewasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebelumnya, penetapan Lebaran 2026 berpotensi mengalami perbedaan. Meski demikian, kondisi tersebut diharapkan tidak mengurangi rasa toleransi dan persaudaraan antarumat Islam di Tanah Air.
Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menentukan tanggal resmi Hari Raya Idulfitri melalui sidang isbat yang dijadwalkan pada Kamis (19/3/2026).
Sementara itu, organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026 jatuh pada Jumat (20/3/2026). Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025.
Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/3/2026). Dengan demikian, puasa Ramadan digenapkan menjadi 30 hari dan berakhir pada 19 Maret 2026.
Adapun Nahdlatul Ulama masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah sebelum menetapkan secara resmi tanggal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
(redaksi)





