Mukomuko.GrowMedia-Indo.Com- Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan diminta untuk dihentikan sementara. Desakan ini disampaikan oleh Rumus Institute, yang menilai pelaksanaan program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh dan mendalam sebelum diputuskan untuk dilanjutkan kembali.
Direktur Rumus Institute, Rusman Aswardi, SP, menyampaikan bahwa pihaknya pada awalnya memberikan apresiasi penuh terhadap program MBG yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini dinilai memiliki tujuan yang sangat mulia, terutama dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia.
Namun seiring berjalannya waktu dan pengamatan di lapangan, Rusman menilai pelaksanaan program ini berjalan terlalu ambisius dan terburu-buru. Padahal, sistem pengawasan, pengendalian, serta tata kelola yang menjadi fondasi utama belum disiapkan dan berjalan dengan cukup kuat dan kokoh.
Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan berbagai persoalan serius yang merugikan, terutama menyangkut dua hal utama: keselamatan dan kesehatan anak-anak sebagai sasaran utama program, serta pengelolaan dan penggunaan anggaran negara yang harus tetap dijaga akuntabilitasnya.
"Pada awalnya kami menaruh respek besar terhadap program ini karena niatnya sangat baik, tujuannya mulia untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia. Tetapi dalam praktik pelaksanaannya, program ini menurut kami berjalan terlalu ambisius, terburu-buru, dan dijalankan tanpa didukung sistem yang kuat dan matang," tegas Rusman Aswardi.
Menurut Rumus Institute, penghentian sementara ini bukan bermaksud menolak tujuan program, melainkan langkah bijak agar seluruh kekurangan, kelemahan, serta risiko yang ditemukan di lapangan dapat diperbaiki dan disempurnakan terlebih dahulu. Setelah sistem, pengawasan, dan tata kelola sudah siap dan memenuhi standar, barulah program ini dapat dilanjutkan kembali dengan aman, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan bagi masyarakat.





