Banda Aceh,growmedia-indo.com -
Kemacetan parah yang kerap melumpuhkan arus lalu lintas di kawasan Jalan Syiah Kuala, Jambo Tape, kian menguji kesabaran warga. Keberadaan pedagang kecil yang memakan badan jalan, tata kelola parkir yang tidak tertib, serta hadirnya tiga lembaga pendidikan besar di jalur ini—MIN 6 Banda Aceh, MTsN 1 Banda Aceh, dan Pesantren Darul 'Ulum—jadi pemicu utama penumpukan kendaraan setiap harinya.
Kondisi paling krusial terjadi pada jam sibuk pagi dan sore hari, saat arus berangkat kerja bertepatan langsung dengan jam antar-jemput siswa serta aktivitas ekonomi warga.
Bahu jalan yang seharusnya menjadi alur kendaraan justru beralih fungsi menjadi lapak jualan dan area parkir liar, sehingga memicu penumpukan kendaraan (bottleneck) yang memanjang dari kawasan Jambo Tape.
Merespons kesemrawutan ini, warga dan pengguna jalan mendesak adanya rekayasa lalu lintas berupa penerapan sistem satu arah (one way system) sebagai solusi konkret mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Syiah Kuala. Langkah ini dinilai efektif untuk mengalirkan arus kendaraan yang selama ini kerap terkunci dari dua arah.
Masyarakat meminta pihak terkait untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan langsung ke lapangan. Penanganan komprehensif sangat dibutuhkan melalui sinergi nyata antara Dirlantas Polda Aceh, Kasatpol PP Aceh, dan Kadishub Aceh.
Sinergi ketiganya dinantikan publik: Satpol PP untuk menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan,
Dinas Perhubungan untuk menata ulang area parkir serta merealisasikan rekayasa one way, dan Dirlantas Polda Aceh untuk pengawalan serta penegakan hukum di jalan raya demi mengembalikan kenyamanan seluruh pengguna jalan.



