Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Jalih Pitoeng Ketum FORMASI Dukung Langkah BNI Benahi Penyaluran KUR, Pengusutan Kasus Jember Tetap Objektif

Jordansianturi
Rabu, 26 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-27T02:05:45Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
CEK SEMUA LAYANAN KAMI DISINI

 *Jalih Pitoeng Ketum FORMASI Dukung Langkah BNI Benahi Penyaluran KUR, Pengusutan Kasus Jember Tetap Objektif*




Jakarta, - Ketua Umum Forum Aliansi Masyarakat Antikorupsi (FORMASI) Jalih Pitoeng menilai langkah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam menangani dugaan penyimpangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jember perlu mendapat dukungan, terutama setelah perusahaan melaporkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum dan melakukan sejumlah perbaikan dalam mekanisme penyaluran KUR.


Menurut Jalih, sikap kritis terhadap dugaan penyimpangan tetap diperlukan. Namun penilaian terhadap suatu institusi juga harus mempertimbangkan langkah-langkah korektif yang telah dilakukan, termasuk keberanian membuka temuan internal dan menyerahkannya kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.


“Pengusutan tentu harus tetap berjalan secara objektif dan tuntas.Tetapi kami juga melihat bahwa kasus ini berawal dari temuan dan laporan BNI kepada aparat penegak hukum.Langkah seperti ini patut didukung karena menunjukkan adanya upaya untuk mengungkap penyimpangan dan memperbaiki sistem,” kata Jalih di Jakarta.


Menurut Jalih, perkembangan penanganan kasus juga perlu melihat langkah-langkah yang telah dilakukan BNI setelah menemukan penyimpangan tersebut.


“Jika institusi menemukan masalah, melaporkannya secara internal, melaporkannya kepada aparat, kemudian memperbaiki mekanismenya, tentu itu juga harus dilihat secara proporsional. Dalam pemberantasan korupsi, penindakan penting, tetapi pencegahan agar kasus serupa tidak berulang juga sama pentingnya,” ujarnya.


BNI sebelumnya menyampaikan bahwa kasus KUR Jember merupakan tindak lanjut atas laporan perseroan kepada aparat penegak hukum setelah ditemukan indikasi penyimpangan dalam proses pengajuan dan penyaluran kredit. 


Selain mendukung proses penegakan hukum, BNI melakukan sejumlah penguatan tata kelola penyaluran KUR. Perbaikan antara lain dilakukan melalui analisis kredit secara langsung kepada calon debitur, penguatan verifikasi, digitalisasi proses kredit, serta pemantauan dan audit secara berkala.


Jalih menilai pembenahan tersebut perlu terus diperkuat agar penyaluran KUR semakin akurat dan potensi direktori dapat diminimalkan.


“Perbaikan mekanisme penyaluran KUR merupakan langkah yang positif. Sistem harus semakin kuat agar identitas calon debitur dapat dilakukan dengan baik, proses kredit dapat diperluas, dan manfaat KUR benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” katanya.


Dia menambahkan, pertanggungjawaban dalam perkara KUR Jember harus tetap ditempatkan berdasarkan peran, fakta, dan bukti yang ditemukan aparat penegak hukum.


“Siapapun yang terbukti melakukan penyimpangan tentu harus bertanggung jawab.Tetapi kita juga harus objektif.Jangan sampai kesalahan individu langsung digeneralisasi menjadi kebijakan institusi apabila tidak ada bukti yang menunjukkan demikian,” ujar Jalih.


Menurut dia, pengusutan masalah dan langkah perbaikan yang dilakukan BNI tidak perlu dipertentangkan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan untuk memastikan adanya pertanggungjawaban sekaligus memperkuat tata kelola penyaluran KUR ke depan.


“Tujuan pada akhirnya harus sama, yaitu penyimpangan yang ditindak dan sistem diperbaiki. Jika dilakukan secara konsisten, program KUR akan semakin sehat, transparan, dan tepat sasaran,” pinta Jalih Pitoeng.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan