Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Gebrakan dari Semende! untuk Indonesia. Muara Enim Jadi Medan Baru Perjuangan Swasembada Bawang Putih,

Indra 16
Jumat, 28 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-28T02:30:34Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
CEK SEMUA LAYANAN KAMI DISINI

 

MUARA ENIM – Upaya mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih nasional mulai memasuki tahap nyata di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kawasan dataran tinggi Semende kini mendapat perhatian strategis sebagai lokasi pengembangan benih sumber bawang putih berbasis agroklimat, melalui kegiatan Tanam Perdana Benih Sumber Bawang Putih di Desa Gunung Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), Kamis, 27 Agustus 2026.


Program ini bukan sekadar seremoni tanam perdana. Penanaman di lahan awal seluas 3 hektare dengan varietas Lumbu Hijau menjadi langkah awal membangun sistem perbenihan bawang putih yang terencana, berbasis data, dan berkelanjutan.


Kehadiran Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura (BRMP Hortikultura), Dr. Inti Pertiwi Nashwari, S.P., M.Si., menjadi penanda penting bahwa pengembangan bawang putih di Semende mendapat perhatian hingga tingkat pusat.


Dr. Inti Pertiwi: Bukan Lagi Coba-Coba


Di hadapan jajaran pemerintah daerah, aparat, akademisi, penyuluh, penangkar, dan kelompok tani, Dr. Inti Pertiwi Nashwari menegaskan bahwa pengembangan bawang putih nasional harus meninggalkan pola spekulatif.


“Pengembangan bawang putih harus dilakukan berdasarkan sains, data, dan perencanaan yang terukur,” menjadi semangat utama dalam pengembangan kawasan tersebut.


BRMP Hortikultura mendorong terbentuknya ekosistem perbenihan dari hulu hingga hilir, sehingga produksi tidak berhenti pada kegiatan tanam, tetapi berlanjut pada penyediaan benih bermutu dan pengembangan kawasan produksi secara berkelanjutan.


Pemilihan Semende juga bukan tanpa alasan. Parameter ketinggian, suhu, sirkulasi angin dan kondisi agroklimat menjadi dasar penting dalam menentukan kesesuaian wilayah.


Koordinasi dan pemanfaatan data agroklimat bersama BMKG diharapkan membuat pengembangan bawang putih menjadi lebih presisi, sekaligus meningkatkan peluang menghasilkan benih sumber berkualitas.


Dr. Noor Rofiq Ahmadi: Dari 3 Hektare Menuju Perluasan Kawasan


Sementara itu, Kepala BRMP Sumatera Selatan, Dr. Noor Rofiq Ahmadi, menegaskan pentingnya menjadikan penanaman perdana ini sebagai fondasi untuk pengembangan lebih luas.



Lahan seluas 3 hektare yang ditanami varietas Lumbu Hijau merupakan tahap awal. Ke depan, BRMP Sumatera Selatan bersama kelompok tani akan mendorong agar hasil dari kegiatan tersebut dapat dikembangkan dan diikuti dengan perluasan luasan tanam.


Dengan demikian, kegiatan di Semende diharapkan tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi bagian dari sistem penyediaan benih sumber bawang putih yang mampu mendukung kebutuhan kawasan maupun nasional.


Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi petani lokal untuk terlibat lebih jauh dalam rantai perbenihan, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperoleh manfaat ekonomi dari berkembangnya komoditas bawang putih.


Pemkab Muara Enim: Siap Mendukung Program Strategis


Dukungan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program.


Staf Ahli Bupati Muara Enim Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ulil Amri, menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim terhadap pengembangan perbenihan bawang putih di wilayah tersebut.


Pemkab Muara Enim mengapresiasi kepercayaan yang diberikan untuk menjadikan Muara Enim sebagai salah satu lokasi pengembangan program.


Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP, kelompok tani, penangkar, penyuluh, akademisi, serta unsur terkait lainnya.


Sinergi Besar untuk Kedaulatan Pangan


Momentum tanam perdana tersebut turut dihadiri Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., Kapolsek Semende Darat Tengah, akademisi Dekan Fakultas Pertanian UNSRi, unsur Forkopimda, Ketua Tim Kerja, PPL, penangkar, dan kelompok tani lokal.

Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa program swasembada bawang putih membutuhkan kerja bersama.


BRMP berperan dalam riset, teknologi dan sistem perbenihan. Pemerintah daerah memberikan dukungan kawasan dan kebijakan. Sementara petani dan penangkar menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan.


Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat tersedianya benih bawang putih bermutu, memperluas kawasan tanam, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


Semende untuk Indonesia

Tanam Perdana Benih Sumber Bawang Putih di Desa Gunung Agung menjadi langkah awal dari sebuah target yang lebih besar.


Dari 3 hektare lahan, varietas Lumbu Hijau, dan kawasan dataran tinggi Semende, program ini diarahkan untuk membangun fondasi perbenihan bawang putih yang lebih kuat.


Jika dikembangkan secara konsisten melalui sains, data agroklimat, teknologi pertanian dan sinergi lintas sektor, Semende berpeluang mengambil peran penting dalam rantai perbenihan bawang putih nasional.


Dari Semende, Muara Enim, untuk memperkuat benih bawang putih Indonesia. Dari benih berkualitas, menuju swasembada pangan nasional.


KuN0

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan