Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Arinda Unigraha: Pengelolaan Sampah dan Mitigasi Bencana Harus Tumbuh di Sekolah

Growmedia
Kamis, 13 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-13T08:39:03Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
CEK SEMUA LAYANAN KAMI DISINI

Caption:Arinda Unigraha: Pengelolaan Sampah dan Mitigasi Bencana Harus Tumbuh di Sekolah

Bangka Belitung, Growmedia,Indo,com-
Sungailiat — Ketua Umum Komunitas Peduli Lingkungan dan Kehutanan BECAK Babel, Arinda Unigraha, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan. Pesan itu disampaikannya saat mengisi agenda MPLS Ramah dan ASRI di SMK Negeri 1 Sungailiat, Rabu (12/8/2026), di hadapan lebih dari 350 siswa baru jenjang SLTA.

Arinda yang juga menyandang gelar Duta Kurangi Risiko Bencana Nasional Peta Bencana.id secara tegas mengimbau masyarakat dan pelajar agar berhenti melakukan pembakaran sampah sembarangan, terlebih memasuki musim kemarau dengan curah hujan yang semakin menurun.


"Kita sebentar lagi memasuki musim kering. Membakar sampah sembarangan sangat berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tidak sedikit kasus kebakaran hutan dari tahun ke tahun bermula dari hal sepele: membakar sampah. Jadi jangan sekali-kali membakar sampah, apalagi di dekat kawasan hutan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa praktik membakar sampah tidak hanya merusak kualitas udara dan mengganggu kesehatan pernapasan, tetapi juga menjadi pemicu utama kebakaran yang merugikan lingkungan maupun warga sekitar. Di lingkungan sekolah dan pemukiman, kebiasaan ini berpotensi meluas menjadi bencana yang merugikan banyak pihak.

Daripada membakar sampah, Arinda mengajak pelajar untuk mulai mengelola sampah sejak di rumah dan di sekolah. Sampah organik dapat dikomposkan, dimanfaatkan melalui lubang resapan biopori, dijadikan pakan ternak, atau ditimbun di tanah. Sementara sampah anorganik dapat disetorkan ke bank sampah, mengikuti gerakan sedekah sampah, atau diserahkan kepada pemulung. Langkah paling mendasar adalah mengurangi produksi sampah dan memilah sejak awal.

"Yang terpenting adalah memilah dan memilah sampah. Gerakan ini harus disadarkan kepada para pelajar, karena merekalah ujung tombak yang akan mengaplikasikannya di sekolah dan di rumah masing-masing," tegasnya.

Dalam penyampaiannya, Arinda juga membekali para siswa dengan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, metode pengolahan sampah rumah tangga, serta pentingnya mitigasi bencana alam dan bencana sosial yang dapat ditimbulkan dari tumpukan sampah yang tidak terkelola. Ia menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, melainkan wadah utama untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.

"Kesiapsiagaan bencana di sekolah sangat penting. Sekolah akan menjadi wadah dalam mengedukasi, memitigasi, hingga menanggulangi jika terjadi bencana di lingkungan sekolah maupun sekitarnya," tambahnya.

Arinda berharap pihak sekolah senantiasa berkolaborasi melibatkan berbagai pihak untuk membangun ekosistem ketahanan bencana, serta mengaktifkan gerakan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Langkah preventif ini, menurutnya, adalah cara paling nyata untuk mencegah terjadinya bencana sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan jika bencana terjadi.

"Pengelolaan sampah yang baik bukan sekadar menjaga kebersihan, melainkan bagian dari upaya mitigasi bencana yang nyata. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari sekolah, dan dari hal-hal kecil," pungkasnya.

 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan