Ketua Umum Pusaka Seni Bumi Nusantara dan Ketua Umum PJSI Hadiri Doa Bersama serta Santunan Anak Yatim Aliansi Asta Cita Merah Putih 08
Jakarta, - Kegiatan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim yang digelar oleh Aliansi Asta Cita Merah Putih 08, pada hari Jumat (3/7/2026) bertempat Geduang Juang Jakarta, berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Acara ini menampilkan berbagai elemen masyarakat, tokoh organisasi, hingga pegiat seni dan budaya yang turut memberikan dukungan terhadap persatuan bangsa dan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Pusaka Seni Bumi Nusantara, , yang juga menyampaikan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan memberdayakan para seniman serta kebudayaan lokal di seluruh Indonesia.
Dalam wawancaranya kepada awak media, Erlyn Suzan menegaskan bahwa Pusaka Seni Bumi Nusantara hadir sebagai lembaga pelestarian dan pemberdayaan seniman yang saat ini telah menjangkau 38 provinsi di Indonesia.
“Kami hadir di sini mewakili para seniman dan kebudayaan Nusantara untuk terus membangun, memberdayakan, serta melestarikan kearifan lokal. Kami ingin budaya Indonesia tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Pusaka Seni Bumi Nusantara di dalam Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 menjadi bentuk sinergi nyata antara unsur seni, budaya, dan tokoh-tokoh bangsa dalam mendukung program persahabatan serta memperkuat karakter generasi muda.
Menurutnya, pembentukan karakter bangsa (nation character building) harus dimulai dengan membangun kesadaran generasi muda agar lebih memahami akar budaya dan warisan leluhur.
“Kita harus menjaga kearifan lokal agar generasi sekarang tidak kehilangan identitas budayanya. Ini penting untuk Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Erlyn juga mengajak seluruh media, wartawan, seniman, dan budayawan untuk terus bersinergi serta berkolaborasi dalam menyuarakan semangat persatuan dan menjaga budaya bangsa.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Persatuan Janda Seluruh Indonesia (PJSI), , turut hadir dan memberikan dukungannya terhadap kegiatan sosial tersebut.
Dalam keterangannya, Dhea Bacan mengungkapkan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan terhadap Erlyn Suzan dan Aliansi Asta Cita Merah Putih 08.
“Saya berharap acara seperti ini bisa memotivasi generasi-generasi penerus bangsa untuk terus bergerak dan memberikan dukungan positif demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan sosial dan kebersamaan harus terus dibangun dari rakyat untuk rakyat, demi memperkuat persatuan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Acara ini menjadi simbol kolaborasi antara tokoh masyarakat, pegiat seni, organisasi sosial, dan relawan dalam memperkuat semangat persahabatan, solidaritas sosial, serta menjaga nilai-nilai budaya sebagai landasan bangsa.





