Bangka Belitung,Growmedia,indo,com-
Sungailiat, – Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi modal utama meminimalkan risiko kerugian jiwa dan harta benda. SMA Plus Bahrul Ulum Sungailiat menggelar kegiatan simulasi dan penyuluhan penanggulangan bencana, khususnya kebakaran, di Halaman Gedung Serba Guna kompleks Islamic Centre, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pengurus pondok pesantren, guru, staf, penghuni asrama, serta seluruh pegawai yayasan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Bahrul Ulum, Drs. H. Saipul Zohri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami langkah strategis dan tidak panik saat menghadapi musibah. “Ketika terjadi kebakaran, hal pertama yang harus dihindari adalah menjerit atau bertindak sembarangan. Ada teknik dan urutan yang benar untuk menyelamatkan diri. Di lingkungan kami terdapat banyak gedung bertingkat dua, seperti asrama dan ruang kelas, yang tergolong rawan. Oleh karena itu, pengetahuan ini wajib dimiliki oleh seluruh warga,” ujarnya.
Penyampaian materi menghadirkan narasumber dari unsur pemadam kebakaran dan tenaga ahli. Zulpika S.I.Kom menjelaskan fungsi utama pemadam kebakaran, yaitu memprioritaskan penyelamatan nyawa manusia dan hewan sebagai langkah paling utama. Ia juga mengingatkan sumber bahaya yang sering diabaikan, seperti kebiasaan mengisi daya gawai semalaman. “Pengisian daya yang terus-menerus berisiko menimbulkan panas berlebih dan ledakan akibat radiasi listrik. Ini adalah penyebab kebakaran di lingkungan pemukiman yang sering terjadi,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa tim pemadam kebakaran tidak hanya menangani api, tetapi juga sering melakukan evakuasi hewan liar seperti ular dan tawon yang mengganggu pemukiman.
Sementara itu, Andi Irawan, ahli analisis bangunan, memaparkan karakteristik bangunan menengah dan tinggi serta titik rawan yang perlu diperhatikan. Teori kemudian dilengkapi dengan sesi praktik yang dipandu oleh Savira, S.Tr.Kes., dan didampingi oleh anggota pemadam kebakaran, Sandi. Peserta diperkenalkan dengan berbagai peralatan standar, mulai dari tabung pemadam api ringan (APAR) beserta cara membaca tekanan pada barometernya, hingga teknik pemadaman sederhana yang bisa diterapkan sebelum bantuan tiba.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan berbagai metode memadamkan api bng hgsesuai jenis bahannya, antara lain menggunakan kain basah, air, minyak goreng untuk api berminyak, hingga larutan deterjen. Teknik-teknik ini dirancang agar dapat diterapkan secara mandiri dengan peralatan seadanya. Sebagai informasi darurat, disampaikan pula nomor layanan pemadam kebakaran yang dapat dihubungi kapan saja: 085188070765.
Kepala Pondok, Kepala Pengasuhan Putra-Putri, serta Kepala SMA Plus Bahrul Ulum turut hadir menyaksikan jalannya kegiatan. Mereka menilai penyuluhan ini sangat bermanfaat sebagai bekal nyata bagi seluruh warga kompleks. “Kami berharap ilmu yang didapat tidak hanya sekadar teori, tetapi benar-benar melekat dan dapat digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan demi keamanan bersama,” ungkap salah satu perwakilan sekolah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan tingkat kewaspadaan dan keterampilan warga Yayasan Bahrul Ulum Sungailiat dalam menghadapi bahaya kebakaran semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan tangguh bencana.







