![]() |
| Caption: Mahasiswa UBB Ajak Generasi Z Wujudkan Sekolah Bebas Perundungan Berlandaskan Pancasila |
Pangkalpinang,Growmedia,indo,com–
Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat terus digalakkan. Mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar sosialisasi bertajuk “Peran Generasi Z dalam Mewujudkan Lingkungan Sekolah Bebas Bullying Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila dan Kewarganegaraan” di SMAN 1 Pangkalpinang, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dengan semangat kebersamaan yang tinggi.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa akan bahaya perundungan—baik secara fisik, verbal, psikis, maupun daring—serta menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan bersikap dan berinteraksi sesama warga sekolah.
Tim pelaksana yang terdiri dari M. Affandi, Cindi Aulia Saputri, Dhelvy Febria, Nadhia Afkarina, Taras Nosza, dan Ulya Yulikha Tsurayya menyajikan materi dengan pendekatan yang interaktif. Mereka menjelaskan definisi, bentuk, hingga dampak jangka panjang perundungan bagi korban maupun pelaku. Tak hanya itu, disampaikan pula keterkaitan erat antara pencegahan perundungan dengan sila-sila Pancasila, terutama sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sila ketiga tentang Persatuan Indonesia.
Suasana kegiatan berjalan hidup dan akrab. Penyampaian materi diselingi sesi ice breaking yang memecah keheningan, dilanjutkan diskusi terbuka dan tanya jawab. Siswa terlihat antusias menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, dan merumuskan solusi nyata agar lingkungan sekolah tetap kondusif.
Ulya Yulikha Tsurayya, salah satu perwakilan mahasiswa UBB, menyampaikan harapannya:
“Sosialisasi ini memberikan pengalaman serta wawasan baru kepada peserta mengenai pentingnya menciptakan dan menjaga lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab, sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran siswa untuk saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan lingkungan sekolah yang positif dan kondusif.”
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan. Komitmen ini menjadi wujud nyata tekad menciptakan budaya sekolah yang menghargai martabat setiap individu.
Bapak Dede Surya Aprianda, S.Sos, memberikan tanggapan positif atas terselenggaranya kegiatan ini:
“Pendekatan yang disampaikan sangat relevan dengan karakter generasi masa kini. Kami melihat materi yang disajikan mudah dipahami dan menyentuh sisi kemanusiaan siswa. Semoga apa yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar dihayati dan diamalkan dalam keseharian di sekolah maupun di luar sekolah.”
Pihak sekolah menyambut baik kolaborasi ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. Mahasiswa UBB pun berharap siswa SMAN 1 Pangkalpinang dapat menjadi agen perubahan yang aktif, menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, damai, dan penuh rasa saling menghormati.tutupnya.






