Jakarta,growmedia-indo.com -
Ketua Umum JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan), Maret Samuel Sueken, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas kembali dipercayanya Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) serta Yusuf Didi Setiarto sebagai Wakil Direktur Utama PLN.
Menurut Maret Samuel Sueken, kepercayaan yang kembali diberikan kepada kedua pemimpin tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kinerja, pengalaman, dan kemampuan mereka dalam mengelola perusahaan listrik negara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Darmawan Prasodjo yang kembali dipercaya memimpin PLN sebagai Direktur Utama, serta kepada Bapak Yusuf Didi Setiarto sebagai Wakil Direktur Utama PLN. Keduanya merupakan sosok yang telah lama bekerja bersama dan memahami tantangan serta kebutuhan transformasi PLN ke depan," ujarnya.
Teruji dalam Menghadapi Krisis Kelistrikan
Maret menilai, selama masa kepemimpinan Darmawan Prasodjo, PLN menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari gangguan sistem interkoneksi, tekanan pasokan energi primer, hingga bencana alam yang berdampak langsung terhadap infrastruktur ketenagalistrikan nasional.
Dalam sejumlah peristiwa pemadaman berskala besar (blackout), PLN dinilai mampu menunjukkan kapasitas pemulihan sistem secara cepat, terukur, dan profesional.
Menurutnya, ketika terjadi gangguan pada sistem interkoneksi, PLN menerapkan skema pemulihan bertahap melalui sistem pertahanan jaringan (defense scheme) dengan memanfaatkan pembangkit yang memiliki kemampuan black start, seperti PLTA dan PLTG, sehingga pasokan listrik dapat dipulihkan secara lebih cepat.
Secara bersamaan, proses sinkronisasi dan pemulihan pembangkit lainnya dilakukan untuk mengembalikan keandalan sistem secara menyeluruh.
"Yang patut diapresiasi bukan hanya kemampuan teknisnya, tetapi juga pola kepemimpinan yang ditunjukkan. Dalam berbagai situasi krisis, Darmawan Prasodjo hadir secara langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat, menyampaikan permohonan maaf, serta membuka informasi secara transparan mengenai penyebab gangguan dan proses pemulihannya," kata Maret.
Menurutnya, transparansi informasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik ketika terjadi gangguan layanan yang berdampak luas terhadap masyarakat.
Sigap Menghadapi Bencana Alam
Selain menghadapi gangguan sistem kelistrikan, PLN juga dinilai berhasil menunjukkan kesiapan dalam menghadapi berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, maupun cuaca ekstrem yang mengancam infrastruktur ketenagalistrikan.
Dalam kondisi darurat, PLN mengaktifkan sistem bantuan lintas wilayah (mutual aid), mengerahkan personel teknis dari berbagai daerah, memobilisasi peralatan darurat, hingga membangun emergency tower untuk menggantikan menara transmisi yang mengalami kerusakan.
PLN juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya guna mempercepat proses pemulihan pasokan listrik kepada masyarakat.
"Bahkan dalam kondisi tertentu ketika akses darat terputus, PLN telah menyiapkan berbagai skenario kontinjensi, termasuk penggunaan sarana transportasi udara untuk mendukung distribusi logistik dan peralatan teknis," jelasnya.
Empat Pelajaran Kepemimpinan
Dari berbagai pengalaman tersebut, Maret Samuel Sueken menilai terdapat sejumlah pelajaran kepemimpinan yang layak menjadi referensi bagi para pemimpin BUMN, BUMD, maupun institusi publik lainnya.
Pertama, pentingnya membangun sistem komando yang kuat dan terintegrasi sehingga seluruh unit organisasi dapat bergerak secara terpadu ketika menghadapi krisis.
Kedua, transparansi kepada publik. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi yang terjadi, penyebab masalah, serta langkah-langkah penyelesaiannya.
Ketiga, kesiapan menghadapi berbagai skenario terburuk melalui perencanaan dan mitigasi risiko yang matang.
Keempat, kehadiran pemimpin di garis depan saat organisasi menghadapi tantangan besar.
"Dalam situasi krisis, masyarakat ingin melihat bahwa pemimpinnya hadir, bertanggung jawab, dan memimpin langsung proses penyelesaian masalah," tegasnya.
Pilar Ketahanan Energi Nasional
Maret menegaskan bahwa PLN merupakan perusahaan strategis nasional yang memiliki peran vital dalam menopang aktivitas ekonomi, industri, pelayanan publik, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, keberhasilan PLN tidak semata-mata diukur dari aspek bisnis dan keuntungan perusahaan, melainkan juga dari kemampuannya menjaga keandalan pasokan listrik nasional dalam berbagai kondisi.
"Atas dasar itulah saya memandang bahwa kepercayaan yang kembali diberikan kepada Bapak Darmawan Prasodjo dan Bapak Yusuf Didi Setiarto merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan, kinerja, serta kemampuan manajemen krisis yang telah mereka tunjukkan selama ini," ujarnya.
Ia berharap kepemimpinan baru PLN dapat semakin memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkokoh ketahanan energi nasional.
"Selamat atas amanah yang kembali dipercayakan. Semoga PLN semakin kuat, semakin andal, dan terus menjadi salah satu pilar utama pembangunan serta ketahanan energi Indonesia," pungkasnya.
(Ine)





