Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Nelayan Pantura Menjerit, Solar Sulit Didapat, Dexlite Jadi Pilihan Terpaksa

Redaksi
Kamis, 16 April 2026
Last Updated 2026-04-16T08:24:57Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
GABUNG JADI WARTAWAN KAMI YOK!



Tegal,growmedia-indo.com -

Para nelayan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah tengah menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kesulitan akses solar bersubsidi memaksa mereka membeli BBM non subsidi jenis Dexlite di SPBU dengan harga jauh lebih mahal.


Seperti yang dialami Tegar, seorang nelayan Pantura. Saat ditemui awak media di SPBU MURI, Tegal, Selasa (14/4/2026), ia mengaku nekat memilih Dexlite karena perahunya harus segera berangkat melaut.


"Perahu ingin segera berangkat, akhirnya terpaksa beli Dexlite," ujar Tegar dengan nada kesal.


Menurut Tegar, lonjakan harga BBM jenis B40 menjadi pemicu utama. Harga B40 yang sebelumnya dijual Pertamina dengan harga Rp26.000 per liter, kini merangkak naik hingga menyentuh Rp28.000 per liter.


"Kalau harganya seperti ini terus, nelayan bisa mati. Tidak bisa beraktivitas," keluhnya sambil menahan emosi.


Tim media yang berada di lokasi juga menyaksikan langsung tulisan bertuliskan: "Solare Nelayan Sulit dan Mahal, jadi kita langsung beli ke SPBU yang penting non subsidi kan?"


Keluhan Sejak Sebelum Idul Fitri


Tegar menambahkan, kesulitan bahan bakar ini sudah dirasakan sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026. Solar bersubsidi yang biasa ia gunakan di lingkungan sekitarnya pun sulit didapatkan.


"Kesulitan solar sudah terjadi dari sebelum Idul Fitri tahun 2026. Solar yang biasa mengisi di lingkungan pun sulit," ungkapnya.


Kondisi ini membuat para nelayan Pantura merasa resah. Aktivitas melaut terhambat, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.


Harapan ke Presiden Prabowo


Atas nama rekan-rekan nelayan, khususnya di wilayah Pantura seperti Tegal, Kluwut, dan sekitarnya, Tegar menyampaikan permohonan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.


"Kami semua sepakat dan memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Mohon perhatikan nelayan karena kondisi bahan bakar sedang langka. Kami tidak bisa melaut, belum bisa melaut karena belum ada bahan bakar yang didistribusikan," pintanya.


Tegar berharap Presiden Prabowo menerbitkan aturan khusus yang mengizinkan nelayan mengakses solar non subsidi di atas 32 ton dengan harga regulasi yang tidak melambung tinggi.


"Mohon agar harga regulasinya tidak melambung tinggi, agar nelayan bisa melaut dan beraktivitas kembali," tegasnya.


Pertama Kali Beralih ke Dexlite


Peralihan dari B40 ke Dexlite ini merupakan pengalaman pertama bagi Tegar. Ia mengaku membeli langsung ke SPBU karena jika melalui transporter harganya lebih mahal dan dirinya tidak paham mekanisme pembeliannya.


"Akhirnya mencoba reaksi sendiri untuk membeli ke SPBU," tutupnya.

(nz)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl
```

Iklan