Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

FAHAMIN: Santri Bahrul Ulum Diajak Sadar Hak Asasi Manusia yang Berlandaskan Nilai Keagamaan

Growmedia
Sabtu, 31 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-31T11:37:09Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
CEK SEMUA LAYANAN KAMI DISINI

Bangka Belitung, Growmedia,indo,com-
SUNGAILIAT — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperluas jangkauan sosialisasi pemahaman hak asasi manusia ke berbagai lapisan masyarakat. Kali ini, melalui program FAHAMIN ,Faedah Hak Asasi Manusia Internen, tim Kanwil KemenHAM Babel menyambangi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Sungailiat, pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini berlangsung hangat sejak pukul 09.00 WIB dan diikuti antusiasme tinggi dari ratusan santri, ustadz, ustadzah, serta pengurus pondok pesantren.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Anis Ratna Ningsih, Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, beserta jajaran staf Kanwil KemenHAM Babel. Sebagai narasumber utama hadir Syamsudin M., Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenHAM Kepulauan Bangka Belitung.


 Kepala Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Ustadz Sukaryadi, menyambut hangat sekaligus mengapresiasi inisiatif Kanwil KemenHAM Babel yang memilih lingkungan pesantren sebagai salah satu lokasi sosialisasi. Menurutnya, pemahaman tentang hak asasi manusia sangat penting ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan keagamaan, agar santri tumbuh menjadi warga negara yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga memahami hak dan kewajibannya terhadap sesama.


"Kami sangat mengapresiasi inisiatif KemenHAM Babel hadir di tengah kami. Selama ini, banyak yang mengira pemahaman tentang hak asasi manusia itu hal yang terpisah dari ajaran agama. Padahal justru sebaliknya  agama Islam sangat menjunjung tinggi hak-hak manusia: hak hidup, hak mendapatkan pendidikan yang layak, hak kebebasan beragama, hak diperlakukan secara adil, dan hak memiliki martabat yang sama di mata hukum. Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi para santri, agar kelak mereka tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara agama, tetapi juga sadar akan hak dan kewajiban kemanusiaannya di tengah masyarakat," ujar Ustadz Sukaryadi.

Syamsudin M. selaku narasumber menjelaskan, pihaknya sengaja menyasar lingkungan pesantren karena peran strategis yang dimiliki pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi muda. Program FAHAMIN sendiri mengusung semangat: "Generasi Qur'ani Sadar Hak Asasi Manusia, Untuk Indonesia yang Luhur Berkeadilan."

"Kami ingin menegaskan pesan penting hari ini: nilai-nilai hak asasi manusia dan nilai-nilai keagamaan itu saling melengkapi, bukan saling bertentangan. Agama mengajarkan kita untuk berbuat baik, menghormati sesama manusia, tidak menindas, dan memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Itulah inti dari hak asasi manusia. Jadi, menjaga dan menghormati hak orang lain sebenarnya adalah bentuk pengamalan ajaran agama itu sendiri," jelas Syamsudin di hadapan para santri.


Lebih lanjut ia menyampaikan, pemahaman HAM yang benar akan membuat seseorang tidak hanya sadar akan hak-haknya sendiri, tetapi yang tak kalah penting — menghormati hak orang lain di sekitarnya. "HAM bukan sekadar menuntut hak, tetapi juga menjalankan kewajiban agar hak orang lain tidak terlanggar oleh kita," tambahnya.

Di penghujung kegiatan, suasana semakin hidup saat panitia membuka sesi tanya jawab dan kuis interaktif seputar materi yang telah disampaikan. Para perwakilan santri tampak sangat antusias, banyak yang berani mengangkat tangan untuk menjawab maupun mengajukan pertanyaan secara langsung di depan forum.

Banyak jawaban yang disampaikan santri menunjukkan pemahaman yang baik tentang materi yang baru saja disampaikan. Mulai dari pengertian dasar hak asasi manusia, contoh hak-hak yang harus dihormati di lingkungan pesantren, hingga bagaimana sikap yang harus diambil jika melihat hak orang lain terlanggar.

Syamsudin M. tampak kagum dengan keaktifan dan keberanian para santri. Hadiah-hadiah kecil diserahkan kepada mereka yang berani tampil menjawab, bukan sekadar bentuk penghargaan semata, melainkan sebagai dorongan agar semangat belajar dan memahami pengetahuan kemanusiaan terus tumbuh di kalangan generasi muda.

"Antusiasme adik-adik santri hari ini sungguh luar biasa. Ini membuktikan bahwa pesantren adalah mitra strategis kami dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini. Semoga ke depannya, kita bisa terus bersinergi," ungkap Syamsudin.

Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa menjaga dan menghormati hak asasi manusia bukan sekadar urusan negara atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab setiap orang, termasuk di lingkungan terkecil kita. Menghormati hak orang lain, itulah wujud nyata keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT."(eqi)"

 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan