Growmedia-indo.com MUARA ENIM — Warga Dusun II Rawis, Desa Swarna Dwipa, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, digegerkan oleh penemuan seorang perempuan muda yang meninggal dunia di kediamannya pada Selasa (20/10/2026). Korban dilaporkan mengalami luka di bagian kepala.
Korban diketahui bernama Nipti Heriani, kelahiran 9 Maret 1997, yang diperkirakan berusia 29 tahun. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban memiliki tiga orang anak yang masih berusia anak-anak.
Peristiwa ini memunculkan keprihatinan sekaligus pertanyaan di tengah masyarakat. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
Kepala Desa Swarna Dwipa, Yanto, membenarkan bahwa perempuan yang meninggal dunia tersebut merupakan warganya yang tinggal di Dusun II Rawis.
Menurut Yanto, pemerintah desa menerima laporan dari warga sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi tersebut, warga bersama personel Polsek Semendo segera menuju lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, korban merupakan warga kami di Dusun II Rawis. Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 04.00 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa bersama pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Kapolsek Semendo, AKP Yudhi Cahyono, S.H., turut membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya korban.
“Motifnya masih dalam penyelidikan. Kami sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Insyaallah, dalam waktu dekat kasus ini dapat terungkap. Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan secara terperinci karena masih dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.
Kapolsek juga mengimbau keluarga korban dan masyarakat agar tetap tenang serta memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk menangani perkara tersebut sesuai prosedur hukum.
“Kami berharap keluarga dan masyarakat dapat bersabar serta mempercayakan proses pengungkapan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tambahnya.
Di tengah penanganan perkara tersebut, beredar informasi yang mengaitkan kematian korban dengan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Seorang pria berinisial AJ disebut-sebut diduga terlibat dan dikabarkan tengah dicari aparat kepolisian.
Namun, informasi mengenai dugaan keterlibatan pria tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Belum ada keterangan resmi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kematian korban disebabkan oleh KDRT ataupun menetapkan pihak tertentu sebagai pelaku.
Karena itu, seluruh dugaan tersebut harus diuji melalui proses penyelidikan dan penyidikan, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat, terlebih korban diketahui meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil.
Masyarakat berharap kepolisian dapat mengungkap fakta secara terang, mulai dari penyebab kematian korban, kronologi kejadian, hingga ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian Nipti Heriani dan pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan secara resmi.//Karmin





