Musi Rawas,growmedia-indo.com -
Pelaksanaan proyek pembangunan siring atau drainase di Desa Tana Periuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) menuai sorotan tajam dari warga setempat.
Proyek yang dibiayai oleh uang negara tersebut diduga kuat sebagai "proyek siluman" karena tidak memasang papan nama informasi proyek sejak awal pengerjaan.
Selain tidak transparan, hasil pengerjaan di lapangan juga disinyalir dikerjakan secara asal-asalan dan terkesan mengejar keuntungan semata tanpa memedulikan kualitas fisik bangunan.
Pantauan awak media di lokasi pada [Hari, Tanggal], terlihat fisik drainase yang baru dibangun sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Pemasangan batu alam dan adukan semen disinyalir tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (Rencana Anggaran Biaya).
Beberapa bagian dinding siring bahkan terlihat retak dan pondasinya diduga sengaja dibuat menggantung, sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama saat musim penghujan tiba.
Salah seorang warga Desa Tana Periuk yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut masyarakat merasa dibohongi karena tidak mengetahui dengan jelas nominal anggaran, volume pekerjaan, asal instansi, maupun kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
"Kami tidak tahu ini proyek dari dinas mana, kontraktornya siapa, dan berapa anggarannya, karena papan proyeknya tidak pernah dipasang. Cara kerjanya juga asal-asalan, adukan semennya terlihat sangat muda dan rapuh. Kalau dihantam air besar sedikit saja, kami yakin siring ini pasti langsung jebol," ujarnya dengan nada kesal.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik sangat penting agar masyarakat dapat ikut serta melakukan pengawasan. "Uang yang dipakai ini uang rakyat, jadi jangan terkesan ditutup-tutupi," cetusnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta regulasi mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah, setiap proyek yang menggunakan dana negara wajib memajang papan informasi secara terbuka agar bisa diakses oleh masyarakat umum.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor pelaksana maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas belum berhasil dikonfirmasi terkait status proyek dan buruknya kualitas pengerjaan drainase tersebut. Awak media masih terus berusaha menghubungi pihak-pihak berwenang guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.
Berita ini bersipat tidak terkomfirmasi, kami selalu menjujung tinggi asas-asas perimbangan dan kami juga membuka ruang bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk menggunakan hak jawabnya untuk klarifikasi , seperti yang tertuang pada UU No 40 Tahun 1999 tentang pers.
(TIM)








