Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Air Mata di Atas Puing Ruang Kelas: Lambannya Penegakan Hukum Kajari Tapsel "Kebiri" Asa Murid SDN NO 100908 Muara Ampolu II

Satuan Siregar
Rabu, 21 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-22T04:58:41Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
CEK SEMUA LAYANAN KAMI DISINI

Tapanuli Selatan,growmedia-indo.com - 

Anggaran fantastis bernilai miliaran rupiah yang mengalir dari pusat ternyata tidak menjamin senyum di wajah anak-anak Kecamatan Muara Batang Toru. Di saat anak-anak di kota besar belajar di ruang kelas yang nyaman, para murid SD Negeri Nomor 100908 Muara Ampolu II justru dipaksa bertaruh nyawa. Mereka terpaksa belajar di bawah bayang-bayang ketakutan akibat karut-marutnya proyek pembangunan revitalisasi satuan pendidikan di sekolah mereka.21-10-2026

Ironisnya, jeritan hati masyarakat dan dugaan penyelewengan dana APBN senilai Rp1,61 miliar ini seolah membentur dinding kosong. Sorotan tajam kini tertuju pada aparat penegak hukum setempat, khususnya Kejaksaan Negeri, yang dinilai loyo dan jalan di tempat dalam mengusut tuntas tragedi anggaran pendidikan ini.
🏚️ Hak Anak Ditukar Material Bekas
Berdasarkan investigasi mendalam, program revitalisasi yang sejatinya dikerjakan secara swakelola demi mutu sekolah justru berubah menjadi ajang memperkaya diri. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang seharusnya menjadi garda depan pengawas anggaran mengaku hanya dijadikan "pajangan" tanpa tahu kemana aliran dana dilarikan. Anggaran disinyalir dikendalikan sepihak oleh oknum Kepala Sekolah.
Lebih menyayat hati, fisik bangunan yang tampak saat ini sangat jauh dari kata layak. Muncul dugaan penggunaan material bekas dan siasat manipulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diubah-ubah secara berkala demi melegalkan pengurangan volume bangunan. Kejahatan ini semakin pekat ketika sejumlah jurnalis yang mencoba mengungkap kebenaran di lapangan justru dihadang oleh aksi intimidasi dan pembungkaman.
⚖️ Di Mana Taji Kejaksaan Negeri?
"Kami hanya ingin anak-anak kami belajar dengan aman. Kenapa uang miliaran dari pemerintah tapi hasilnya seperti ini? Tolong kami Bapak Jaksa, periksa sekolah kami!" isak salah seorang wali murid saat ditemui di sekitar lokasi sekolah.
Kekecewaan publik kian memuncak karena kasus dugaan tindak pidana korupsi ini telah resmi dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) sejak beberapa bulan lalu. Namun, penanganan di tingkat daerah dirasakan berjalan sangat lambat, tanpa ada tersangka maupun tindakan nyata yang memberikan rasa keadilan bagi para korban utama: para murid.
Lemahnya gerak Kejaksaan Negeri dalam merespons laporan masyarakat memicu mosi tidak percaya. Publik bertanya-tanya, mengapa institusi yang didesak untuk melakukan audit investigasi dan penindakan tegas ini justru terkesan menutup mata di tengah terangnya bukti-bukti penyimpangan lapangan?
🕊️ Harapan yang Tersisa
Masyarakat Tapanuli Selatan, khususnya para orang tua murid di Muara Ampolu, kini hanya bisa berharap agar Kejaksaan Agung tidak membiarkan kasus ini menguap. Mereka mendesak agar ada langkah konkret intervensi dari penegak hukum pusat demi menyelamatkan generasi bangsa yang hak-haknya telah dirampas secara keji.
Selama taji hukum masih tumpul di tingkat daerah, selama itu pula air mata anak-anak akan terus mengalir di atas lantai kelas mereka.
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan