Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Survei Digdaya: Optimisme Publik Tinggi, 78,3 Persen Yakin Indonesia Menuju Keadaan yang Lebih Baik

Jordansianturi
Senin, 07 September 2026
Last Updated 2026-09-08T01:27:38Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
CEK SEMUA LAYANAN KAMI DISINI

 SURVEI DIGDAYA: OPTIMISME PUBLIK TINGGI, 78,3% YAKIN INDONESIA MENUJU KEADAAN LEBIH BAIK



Jakarta - Di tengah perdebatan mengenai ekonomi, politik, dan pelaksanaan berbagai program pemerintah, satu sentimen tetap terlihat kuat di masyarakat: harapan terhadap masa depan Indonesia belum surut.


Survei Nasional Digdaya Polling & Strategy menemukan 78,3 persen masyarakat yakin Indonesia sedang menuju keadaan yang lebih baik. Angka tersebut berasal dari 14,0 persen responden yang sangat setuju dan 64,3 persen yang setuju dengan pernyataan tersebut. Hanya 20,4 persen menyatakan tidak setuju dan 1,3 persen sangat tidak setuju.


Dalam kesimpulan surveinya, Digdaya menempatkan optimisme sebagai salah satu temuan utama. 78,3 persen yakin Indonesia menuju keadaan lebih baik, sementara kesediaan masyarakat mendukung kebijakan yang dipandang bertujuan baik bahkan mencapai 89,6 persen.


Bagi peneliti Digdaya, angka tersebut memperlihatkan bahwa publik belum kehilangan ekspektasi terhadap kemampuan negara memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat.


“Optimisme adalah kredit kepercayaan yang diberikan publik kepada masa depan. Tetapi kredit itu berbeda dengan kepuasan terhadap kondisi hari ini. Pemerintah harus membaca perbedaannya dengan hati-hati.”


Optimisme itu tidak berdiri pada satu indikator saja. Sebanyak 83,2 persen responden sangat setuju atau setuju bahwa ekonomi keluarganya akan membaik dalam satu tahun mendatang. Sementara 76,8 persen melihat keadaan sosial-ekonomi terus membaik, sekitar 72,4 persen menilai suasana kehidupan bangsa menumbuhkan harapan, dan 71,5 persen melihat masa depan Indonesia menjanjikan.


Menurut Digdaya, pola tersebut memberi pesan menarik. Masyarakat memiliki ekspektasi yang relatif tinggi terhadap masa depan, bahkan ketika pengalaman ekonomi dan evaluasi terhadap kinerja pemerintah pada sejumlah bidang belum sepenuhnya berada pada tingkat yang sama.


Karena itu, optimisme publik sebaiknya tidak diperlakukan sebagai “cek kosong” bagi pemerintah.


“Justru ketika masyarakat masih percaya keadaan dapat menjadi lebih baik, ekspektasi terhadap pemerintah juga ikut meningkat. Kalau harapan itu tidak bertemu dengan pengalaman nyata dalam pekerjaan, harga kebutuhan pokok, pelayanan publik, dan pendapatan keluarga, optimisme dapat berubah menjadi kekecewaan,” kata N.Kurniadi.


Digdaya memandang kondisi tersebut sebagai modal sosial sekaligus tenggat politik. Pemerintah mempunyai ruang untuk mengubah optimisme menjadi dukungan yang lebih stabil apabila manfaat kebijakan semakin mudah dirasakan masyarakat. Sebaliknya, kesenjangan terlalu lama antara harapan dan realitas dapat menggerus modal tersebut.


Dengan demikian, angka 78,3 persen tidak hanya berbicara mengenai suasana psikologis masyarakat hari ini. Ia sekaligus menggambarkan besarnya harapan publik terhadap arah Indonesia ke depan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan