BANDA ACEH — Dengan penuh kesederhanaan dan keheningan khidmat, Majelis Zikir Fatwa Kehidupan Markas Wilayah (Mawil) Aceh terus melangkah merangkul masyarakat. Tanpa membeda-bedakan latar belakang, seluruh gerak dan syiar majelis ini diniatkan semata-mata untuk kepentingan umat dan kemaslahatan bersama.
Ketua Mawil Aceh, yang akrab disapa Cek Mun, mengungkapkan bahwa perjalanan majelis ini berawal dari niat tulus sekelompok kecil orang. Dari yang semula hanya beranggotakan beberapa orang, Mawil Aceh kini telah berkembang pesat menjadi sebuah keluarga besar yang hangat dan terbuka bagi siapa saja.
Bagi Cek Mun dan seluruh jamaah, menggemakan zikir jahar bukan sekadar tradisi spiritual, melainkan jalan untuk mempererat tali persatuan. Seluruh aktivitas ini merupakan wujud nyata dalam menjalankan dawuh Guru Besar Fatwa Kehidupan, Abah Muhammad Zuhri, yaitu membumikan kasih sayang dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Semangat merangkul sesama itu diwujudkan secara konkret melalui aksi-aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Mulai dari penyaluran tali asih, penggalangan donasi, hingga pelbagai kegiatan sosial kemasyarakatan terus dijalankan secara konsisten. Melalui pendekatan yang sederhana, ikhlas, dan penuh khidmat, Mawil Aceh berharap dapat terus menjadi pilar pemersatu yang menyejukkan bagi seluruh lapisan masyarakat.





