Bangka Belitung, Growmedia,indo,com-
Bangka ,Tinggal bersama dalam satu lingkungan asrama membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan. Salah satu masalah yang kerap muncul namun jarang diteliti secara mendalam adalah pedikulosis kapitis atau infestasi kutu kepala. Menjawab persoalan tersebut, kelompok mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan penelitian di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Kabupaten Bangka.(3/10/2026)
Penelitian tersebut berjudul “Hubungan Kebersihan Diri dan Karakteristik Rambut dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis pada Santriwati Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Kabupaten Bangka Tahun 2026”. Kegiatan ini menjadi bagian dari penyelesaian tugas akhir pendidikan Program Studi Kedokteran UBB.
Kelompok peneliti terdiri dari:
Zafirah Ablah Rania Widoro,Pretty Nola,Nurul Jihan Azizah,Almira Maurilla Mirsa,Ayu Destiani Utami,Ledis Velia,Nayla Melati Putri,Azzara Gita Sawalia,Raisa Zahia Sheehan Nawla
Zafirah Rania Widoro, atas nama kelompok, menjelaskan alasan pemilihan topik ini.
“Kami melihat masalah ini sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren, namun belum banyak yang mengkaji secara mendalam bagaimana kaitannya dengan cara menjaga kebersihan maupun jenis rambut masing-masing. Hasil penelitian ini diharapkan bukan sekadar data, melainkan dasar pencegahan yang nyata bagi seluruh penghuni pesantren,” ujar Zafirah.
Penelitian ini didampingi oleh dr. Sanely Risti, M.Biomed. Seluruh santriwati yang berperan sebagai responden telah diberikan penjelasan lengkap mengenai tujuan, prosedur, manfaat, serta hak-hak mereka. Keikutsertaan dilakukan secara sukarela dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan dan etika penelitian yang berlaku.
Kepala Madrasah Bahrul Ulum Islamic Centre, Ustadz Ali Mafrohim, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan lingkungan pesantren memberikan manfaat dua arah ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat langsung diterapkan, sementara warga pesantren memperoleh wawasan kesehatan yang bermanfaat.
“Kami berharap temuan dari penelitian ini dapat menjadi panduan praktis, sehingga kebersihan dan kesehatan para santriwati senantiasa terjaga dengan cara yang tepat,” tutur Ali Mafrohim.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti pengabdian sivitas akademika UBB dalam membawa ilmu pengetahuan turun langsung ke masyarakat. Kolaborasi antara Universitas Bangka Belitung dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre pun diharapkan terus berlanjut, mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan di wilayah Kabupaten Bangka.









