Begitu laporan dari pelanggan masuk terkait terganggunya aliran air bersih, tim Transmisi dan Distribusi (Trandis) Perumda Tirta Mountala langsung bergerak cepat ke lapangan.
Sebagai lini yang memimpin penanganan teknis, fokus utama tim adalah memastikan setiap kendala di wilayah Aceh Besar segera direspon secara taktis tanpa penundaan yang berlarut.
Gangguan distribusi kali ini diidentifikasi bersumber dari dampak pasca penghentian pompa distribusi yang dilakukan seiring normalisasi kanal Krueng Aceh Siron.
Proses tersebut memicu masuknya angin ke dalam jaringan pipa, sehingga terjadi air lock atau udara terjebak yang menahan laju aliran air bersih ke pemukiman warga.
Tidak menunggu lama, Kabag Trandis, Sudirman, ST, bersama tim teknis langsung turun tangan mengeksekusi pembukaan ventilasi udara (air valve) pada sejumlah titik jaringan pipa terdampak.
Langkah profesional ini krusial untuk membuang tekanan angin di dalam pipa, sehingga suplai air bersih bagi pelanggan dapat kembali mengalir secara normal dan lancar seketika.





