Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Arinda Unigraha, Mahasiswa Magister Manajemen Lingkungan UNPAK Asal Kep. Babel Ikuti Indonesia International Sustainability Forum 2026

Growmedia
Senin, 12 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-12T11:35:23Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
CEK SEMUA LAYANAN KAMI DISINI

Bangka Belitung, Growmedia,indo,com-
Jakarta — Arinda Unigraha, mahasiswa program Magister Manajemen Lingkungan Universitas Pakuan Bogor yang berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus Ketua Umum Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup BECAK BABEL, baru saja mengikuti Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026. Kegiatan berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Forum internasional ini menjadi ajang pertemuan lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, investor, organisasi masyarakat, hingga perwakilan lembaga internasional. Sejumlah tokoh penting turut hadir, antara lain Luhut Binsar Panjaitan, Agus Harimurti Yudhoyono, Zulkifli Hasan, Trenggono, Rosan Roeslani, Hasyim Djojohadikusumo, dan Retno Marsudi, bersama berbagai tokoh internasional.

Berbagai isu strategis dibahas secara mendalam selama dua hari berlangsungnya forum, mencakup ketahanan energi, keamanan air, industri rendah karbon, perlindungan alam, pengelolaan sampah, hingga pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia turut berperan sebagai penyelenggara dari unsur dunia usaha.

Bagi Arinda, kehadirannya di forum ini bukan sekadar menghadiri acara bergengsi. Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa generasi muda dari daerah—termasuk Bangka Belitung—juga memiliki suara dan peran penting dalam agenda keberlanjutan nasional maupun global.

“Melalui forum ini, saya ingin menambah ilmu, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi agar berbagai pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi Bangka Belitung,” ujar Arinda.

Sebagai peneliti muda di bidang manajemen lingkungan, Arinda memandang bahwa penanganan persoalan lingkungan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh berbasis ilmu pengetahuan, kebijakan yang tepat, serta keterlibatan aktif masyarakat. Ilmu yang dipelajari di bangku pascasarjana, katanya, harus mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata di lapangan.

Keikutsertaannya dalam forum ini menjadi jembatan bagi Arinda untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik keberlanjutan yang diterapkan di berbagai belahan dunia. Wawasan dan jejaring yang dibangun diharapkan dapat memperkuat kontribusinya di daerah, mulai dari perlindungan sumber daya air, pemulihan lingkungan pascatambang, hingga pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Arinda juga menegaskan bahwa persoalan lingkungan di daerah tidak boleh terasing dari pembahasan pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi antarberbagai pihak pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat dinilai kunci untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.(Rilis)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan