Muaradua,growmedia-indo.com -
Penggerebekan di Penginapan Jasuma pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 21.30 WIB, menuai tanda tanya dari berbagai kalangan, termasuk awak media, pasalnya giat penangkapan yang dilaksnakan oleh personil Polres Oku Selatan diduga penuh Drama.
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kanit PPA Polres OKUS, Devi, tersebut menyasar sejumlah ke titik di penginapan.
Dalam penggerebekan itu, petugas memeriksa secara menyeluruh kamar di Penginapan Jasuma ,termasuk kamar nomor 03 dan 04, puluhan orang yang berada di lokasi, termasuk sejumlah awak media yang tengah berada di lobi, tak luput dari pemeriksaan dan penggeledahan.
Dari giat operasi tersebut, petugas mengamankan tiga orang wanita, tiga orang pria, serta dua orang penjaga Penginapan Jasuma , penangkapan yang membuat bingung pemilik penginapan dan para tamu penginaoan ,kemudian dibawa ke Mapolres OKU Selatan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kendati demikian, tindakan aparat kepolisian ini memunculkan kejanggalan di tengah publik. Pasalnya, meski operasi tampak terencana, hingga kini belum ada satupun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, sehingga memicu spekulasi negatif di kalangan masyarakat dan awak media terkait penanganan kasus tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media untuk mendalami status hukum para pihak yang diamankan justru menemui jalan buntu, pasalnya Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai ketiadaan penetapan tersangka, Kanit PPA Devi hanya memberikan jawaban singkat, "Ke kantor aja Pak
Menindaklanjuti arahan tersebut, keesokan harinya awak media mendatangi Mapolres OKU Selatan untuk melakukan konfirmasi lanjutan sesuai yang dijanjikan, namun, setibanya di lokasi, pihak bersangkutan diduga tidak memberikan respons yang memadai. bahkan, pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh wartawan hanya dibaca tanpa balasan, sehingga menimbulkan kesan menghindar.
Terkait masalh ini awak media pun mengkonfirasi ke Kapolres okus.melalu pesan WhatsApp dan menceritakan kronologis kejadian dengan singkat sang Kapolres menjawab "terikasih info ya" jawabmya singkat.
Menyikapi tertutupnya akses informasi serta prosedur penanganan yang dinilai janggal, mulai dari tidak adanya penetapan tersangka hingga sikap tertutup aparat saat dikonfirmasi,dengan begitu sejumlah awak media yang mencobah mendalami kasus penangkapan tersebut, menyatakan kekecewaannya , atas tundakan dari pihak Polres Oku Selatan yang kurang respinsif terhadap awak media.
Atas persoalan yang tidak ada kejelasan ini, awak media dan sejumlah aktivis , berencana akan membawa masalah tersebut ke ajang lebih tinggi lagi , dengan maksud akan melayangkan surat laporan resmi ke Propam Polda Sumatera Selatan guna menguji profesionalisme aparat kepolisian di Polres Oku Selatan dalam menjalankan tugas penegakan hukum di wilayah hukum Polres Oku Selatan.
[Ded]








