Fajri Pria Berbobot 300 kg Meninggal, Pemakaman Dibantu Damkar, Alami Obesitas Sejak Usia 11 Tahun

 


Growmedia-indo.com -


 Berikut deretan fakta Muhammad Fajri (26), pria obesitas asal Tangerang, Banteng, yang meninggal dunia.

Fajri diketahui menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (22/6/2023) kemarin.

Pemuda berusia 26 tahun ini sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta selama 14 hari sebelum akhirnya meninggal dunia.


Prosesi pemakaman Fajri telah dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU) Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis siang, pukul 14.00 WIB

Dalam prosesnya, pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk membantu memakamkan Fajri.


Fakta Fajri Pria Obesitas 300 Kg:


1. Sosok Fajri

Dikutip dari TribunJabar.id, Muhammad Fajri merupakan pria asal Tangerang yang berbobot 300 kilogram.

Fajri tinggal di wilayah Pendurenan, Karang Tengah, Tangerang.


Fajri yang berusia 27 tahun ini diketahui baru menempati rumah tersebut, selama dua tahun terakhir bersama keluarganya.

Adapun ibu dari Fajri, bernama Riwati.

Menurut Riwati, anaknya sempat bekerja di biro jasa, namun mengalami kecelakaan pada tahun lalu.


2. Fajri Dikabarkan Mengalami Obesitas Sejak Usia 11 Tahun

Fajri mengalami obesitas sejak usia 11 tahun.

Namun, ia tidak bisa beraktivitas dan hanya terbaring sejak delapan bulan terakhir.

"Kondisi pasien obesitas yang kami terima saat ini keluhannya adalah mengalami gangguan mobilisasi, karena ada keluhan nyeri di kaki pasien itu sendiri," kata Kepala Hubungan Masyarakat RSUD Kota Tangerang drg. Fika Khayan Selasa (13/6/2023).

"Jadi, sudah lebih 8 bulan terakhir ini, pasien mengalami kondisi tirah baring yang artinya tidak bisa beraktivitas dan hanya bisa tiduran saja," tambahnya.


3. Dievakuasi ke Rumah Sakit

Kepala UPT BPBD Ciledug, Mulyadi, mengatakan Fajri dibawa berobat ke salah satu rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kata Mulyadi, dimintai tolong oleh warga untuk mengevakuasi pria tersebut ke RSUD Kota Tangerang.

"Kita mendapat laporan dari warga kemudian langsung melakukan evakuasi, ternyata saat sampai ke lokasi jalan ke rumah pria tersebut sempit dan beban tubuhnya pun terlalu besar," kata Mulyadi kepada awak media, Kamis (8/6/2023).

Mulyadi menjelaskan, petugas sempat kesulitan untuk mengevakuasi pria berbobot 300 kilogram dari tempat tidurnya tersebut.

Dalam prosesnyanya, memerlukan waktu dua jam lebih dan menggunakan forklif, Kamis (8/6/2023).


4. Dirujuk dan Dirawat ke RSCM

Selanjutnya, Fajri dirujuk ke RSCM pada Jumat (9/6/2023) malam.

Petugas dari BPBD Kota Tangerang mengerahkan kembali alat berat forklift.

BPBD juga menyiapkan armada truk untuk memindahkan Fajri dari RSUD Kota Tangerang ke RSCM.

"Ini mungkin penanganan kami yang terakhir. Karena dari RSUD Kota Tangerang diarahkan ke RSCM," ungkap Kabid kedaruatan BPBD Kota Tangerang Gufron Falfeli ditayangan Kompas TV, Sabtu (10/6/2023).



Gufron menyebut, pihaknya sempat mengalami kendala dalam proses pemindahan Fajri.

Menurutnya, tidak ada pilihan armada selain truk untuk mengantarkan Fajri ke RSCM.

Fajri dirujuk ke RSCM pada 9 Juni 2023 karena mengalami gangguan organ dalam.


5. Fajri Alami Syok Septik dan Sepsis AKI, Picu Kondisinya Kian Memburuk

Dokter ICU di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) D Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Sidharta Kusuma Manggala, menjelaskan kondisi awal hingga akhir sebelum pasien obesitas Muhammad Fajri dinyatakan meninggal dunia.

Ia mengungkapkan, Fajri sudah sebulan terakhir tidak bisa tidur secara telentang.

Menurut Sidharta, hal ini menandakan munculnya masalah medis terkait kardio respirasi atau masalah pada organ paru serta jantungnya yang cukup serius.

"Jadi memang sebulan ini, memang pasien MF (Fajri) memang sudah mulai tidak bisa tidur telentang, artinya memang sudah mulai ada masalah medis yang cukup serius terkait dengan kardio respirasi atau masalah paru-paru dan masalah jantungnya," kata dr Sidharta, dalam konferensi pers terkait meninggalnya pasien obesitas Muhammad Fajri, Kamis (22/6/2023).

Hingga Fajri mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis ini.


6. Meninggal Dunia setelah Dirawat 14 Hari di RSCM

Muhammad Fajri meninggal setelah 14 hari dirawat di RSCM Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelayanan Operasional RSCM, Dokter Renan Sukmawan, mengatakan semua upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan Muhammad Faji, baik dari segi medis maupun non medis.

Namun, menurut Renan, Muhammad Faji tidak bisa terselamatkan meski pihak RSCM sudah mengerahkan semua usaha dan memberikan obat-obatan yang terbaik.

Muhammad Fajri mengembuskan napas terakhir di depan keluarga yang mendampinginya pada Kamis (22/6/2023), sekitar pukul 01.25 WIB.


"Bagaimana kami sampaikan bagaimana kami berjuang untuk misalnya saja memindahkan, untuk melakukan manuver- manuver untuk pemeriksaan CT, pemeriksaan rontgen yang memerlukan effort (usaha) yang lebih besar," jelas Renan.

"Kami telah lakukan yang terbaik oleh tim, ternyata tadi malam pada pukul 01.25 WIB, almarhum tuan MF berpulang ke Rahmatullah, dihadapan keluarga dan diterima dengan baik keluarga," lanjut Renan.


7. Jenazah Fajri Dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Kerahkan Damkar 

Jenazah Muhammad Fajri alias MF dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2023), pukul 14.00 WIB.

Dalam prosesnya, pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk membantu memakamkan Fajri.

Melalui video yang ditayangkan di Facebook Warta Kota, terlihat sejumlah petugas Damkar ikut membantu persiapan proses memakamkan jenazah Fajri.

Petugas Damkar menggunakan alat forklift untuk membantu proses pemakaman jenazah Fajri.

Lantas, jenazah dibawa ke liang lahat untuk dimakamkan.


Sumber: Tribun.com

0 Komentar