![]() |
| Beberapa koperasi mengaku tidak mendapatkan balasan meskipun surat ditembuskan hingga ke Bupati dan instansi terkait, khawatir menghambat program ekonomi kerakyatan |
Bangka,Growmedia,indo,com-
Para pengurus Kelompok Dana Masyarakat Pedesaan (KDMP) dan koperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengeluhkan tidak adanya tanggapan dari PT Timah Tbk terkait permintaan pinjam pakai lahan yang berstatus aset perusahaan serta usulan kerja sama. Kondisi ini dinilai menghambat upaya membangun gerai koperasi dan menjalin sinergi yang diharapkan dapat mendukung program ekonomi kerakyatan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai contoh, KDMP Desa Karya Makmur telah mengirim surat permintaan pinjam pakai lahan lebih dari satu kali, bahkan ditembuskan hingga ke Bupati Bangka, Ketua Dewan, serta beberapa instansi dan dinas terkait. Namun, tidak pernah mendapatkan respon sama sekali dari pihak manajemen PT Timah.
"Kami bertanya ke pengurus KDMP lain yang tergabung dalam Aliansi KDMP Babel Bersatu, ternyata mendapatkan jawaban yang sama. Banyak desa/kelurahan harus menunggu kepastian pembangunan gerai KDMP karena lahan bersangkutan milik PT Timah Tbk," ungkap Bean Saputra, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Karya Makmur, kepada awak media.
Bean menyayangkan sikap PT Timah yang dianggap tidak mendukung program pemerintah dan membuat kesan mengantungkan harapan anak bangsa yang ingin berkontribusi bagi masyarakat dan negara. Ia bahkan menyampaikan kemungkinan akan mengirim surat silaturahmi atau melakukan aksi kecil-kecilan ke kantor PT Timah jika tidak mendapatkan tanggapan dari Direksi.
Hal serupa juga dialami oleh Koperasi Produsen Bukit Panca Jaya Sejahtera (BPJS) yang beralamat di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam. Humas koperasi, M. Anshory, mengaku mengajukan permohonan audensi ke manajemen PT Timah sejak akhir tahun 2025 lalu namun belum mendapatkan respon positif atau balasan.
Koperasi BPJS berharap dapat bersinergi dengan PT Timah tidak hanya terkait produksi, namun juga dalam program pasca tambang penataan dan pemanfaatan lahan reklamasi sebagai mitra strategis.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Bupati dan Forkopimda telah menyampaikan antusiasme besar terhadap peran koperasi sebagai badan usaha ekonomi kerakyatan. Koperasi diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan anggota, peningkatan pendapatan masyarakat, dan kemajuan daerah.
"Kami meminta perhatian manajemen PT Timah Tbk selaku BUMN dan representasi negara untuk menjalin sinergi yang baik dengan badan usaha koperasi, bukan hanya bersifat seremonial namun memiliki relevansi nyata bagi daerah Bangka Belitung," tutup Anshory.






