Reses Anggota DPRD Kota Bekasi Daryanto, S.Kom., M.Pd Serap Aspirasi Warga Terkait Prioritas Penanganan Banjir
Kota Bekasi — Anggota DPRD Kota Bekasi, Daryanto, S.Kom., M.Pd menggelar kegiatan Reses pada hari Sabtu (14/2/2026) bertempat Cluster Pesona Mustika Regency, RT.002/RW. 002 Kota Bekasi, guna menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait penanganan banjir yang masih menjadi persoalan utama di sejumlah wilayah.
Dalam dialog bersama warga RW 02, ia menegaskan bahwa usulan masyarakat akan difokuskan pada skala prioritas, terutama di titik-titik yang terdampak banjir namun belum terealisasi penanganannya.
Menurut Daryanto, wilayah RT 05, RT 07, dan RT 11 menjadi perhatian utama karena masih mengalami genangan saat hujan deras maupun kiriman air dari wilayah lain. Ia menyampaikan bahwa proses pengukuran lapangan telah dilakukan dan diharapkan pengerjaan fisik dapat dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
“Prioritas kita memang di wilayah tersebut. Informasi terakhir sudah dilakukan pengukuran, mudah-mudahan tahun ini bisa mulai ada pekerjaan sebagai realisasi program prioritas,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa di kawasan Bekasi Timur terdapat dua penyebab banjir, yakni curah hujan tinggi dan kiriman air dari daerah hulu, terutama di bantaran kali. Sementara di wilayah RW 10, RW 11, RW 14, dan RW 15, banjir lebih dominan disebabkan oleh intensitas hujan. Kondisi serupa juga terjadi di Duren Jaya, yang saat ini tengah dikaji solusi permanennya agar masalah banjir tidak terus berulang.
Dalam kesempatan tersebut, Daryanto juga mengimbau masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong dan kerja bakti sebagai langkah preventif yang dapat dilakukan bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, serta tidak membuang sampah sembarangan.
"Hal kecil seperti membersihkan saluran air jika dilakukan bersama bisa berdampak besar dalam mengurangi risiko banjir,” tambahnya.
Melalui reses ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat semakin kuat sehingga program penanganan banjir tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga didukung partisipasi aktif warga demi terciptanya lingkungan yang aman dan bebas banjir.





