OKU TIMUR .13.febuari.2026
Gelombang narasi negatif dan informasi yang belum terverifikasi di media sosial terkait Presiden Prabowo Subianto menuai respons keras dari Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Ia menilai maraknya fitnah dan disinformasi berpotensi merusak kepercayaan publik serta mengganggu fokus pembangunan, khususnya di sektor pertanian.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia OKU Timur menegaskan, ruang digital tidak boleh dibiarkan menjadi arena penyebaran tudingan tanpa dasar. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus diiringi tanggung jawab, bukan dijadikan dalih untuk memperkeruh suasana.
“Fitnah di media sosial bukan sekadar perbedaan pendapat. Jika dibiarkan, ini bisa menyesatkan masyarakat dan merusak kepercayaan publik. Kami menolak praktik-praktik yang mencederai etika informasi,” tegasnya.
Ia menyatakan organisasinya siap berada di garis terdepan untuk melawan narasi yang dinilai tidak berdasar. Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen moral dalam menjaga stabilitas sosial dan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat.
“Kami tidak akan tinggal diam. Tani Merdeka Indonesia OKU Timur siap meluruskan informasi yang keliru dan melawan fitnah yang meresahkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan dukungan terhadap program-program pemerintah yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat, terutama petani. Menurutnya, energi bangsa seharusnya difokuskan pada kerja nyata dan penguatan ekonomi rakyat, bukan terjebak dalam polemik digital yang kontraproduktif.
“Petani membutuhkan kepastian, bukan kegaduhan. Kami akan terus mendukung dan mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan tersebut juga disertai ajakan kepada publik untuk lebih cermat dalam menyikapi arus informasi di media sosial. Ia mengingatkan pentingnya verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu kabar.
Dengan sikap tegas ini, Tani Merdeka Indonesia OKU Timur menegaskan posisinya sebagai elemen masyarakat yang tidak hanya menyuarakan aspirasi petani, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kualitas informasi publik dan persatuan sosial.
Ind16






