Jakarta - Korpus BEM PTMA Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang fokus pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.
Revitalisasi program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan melalui rehabilitasi, pembangunan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang layak. Dengan demikian, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Indonesia mampu mendukung proses pembelajaran yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
Koordinator Presidium Nasional Korpus BEM PTMA Indonesia, Yogi Syahputra Alidrus, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Kemdikdasmen, Abdul Mu'ti, atas kinerja dan komitmennya dalam merealisasikan program ini. Hingga akhir tahun 2025, program revitalisasi telah mencakup 16.167 satuan pendidikan dari berbagai jenjang.
Selain berdampak pada sektor pendidikan, program ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Tercatat, revitalisasi ini menjangkau 5.273 kecamatan, mendorong pertumbuhan lebih dari 28.000 UMKM, serta menyerap sekitar 192.665 tenaga kerja, termasuk sektor industri konstruksi lokal.
Menurut Yogi, program ini sejalan dengan visi dan arah pembangunan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperluas akses dan pemerataan kualitas pendidikan. Pemerintah menargetkan revitalisasi 60.000 satuan pendidikan, dengan proyeksi mencapai lebih dari 71.000 satuan pendidikan pada tahun 2026.
Melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, Yogi berharap seluruh anak Indonesia dapat memperoleh akses pendidikan yang layak, aman, dan merata. Revitalisasi program ini dilakukan secara menyeluruh, mencakup Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas/Kejuruan, Sekolah Luar Biasa, hingga Sekolah Kompetensi Bidang, baik negeri maupun swasta.
Selain itu, program ini juga mencakup pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan akses layanan pendidikan sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia.





