Gugun Gumelar Apresiasi Kota Bekasi sebagai Kota Toleran, Ajak Pemuda Lintas Agama Perkuat Persaudaraan Menuju Indonesia Emas 2045
Kota Bekasi, - Semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama kembali ditegaskan dalam kegiatan Dialog Kebangsaan dan Pemuda Lintas Agama Menyongsong Indonesia Emas 2045 yang menghadirkan Gugun Gumelar, MA, Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, yang digelar di Hotel Grand Arsyila, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026).
Dalam wawancara bersama awak media, Gugun Gumelar memberikan apresiasi tinggi kepada Kota Bekasi yang dinilainya sebagai salah satu masyarakat kota yang memiliki semangat toleransi yang kuat di tengah keberagamannya.
Menurutnya, predikat sebagai kota toleran harus terus dijaga bersama, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah, melalui sikap saling menghormati dan mengedepankan dialog dalam kehidupan beragama.
“Saya sangat mengapresiasi Kota Bekasi sebagai kota yang sangat toleran. Oleh karena itu masyarakatnya harus toleran, pemerintahannya juga harus toleran. Maka yang harus kita gaungkan adalah persaudaraan,” ujar Gugun Gumelar.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sikap saling mendukung dalam kehidupan beragama, termasuk ketika ada masyarakat yang ingin membangun rumah ibadah. Menurutnya, seluruh pihak harus mengedepankan dialog dan merangkul, bukan menciptakan konflik di tengah masyarakat.
“Kalau ada saudara kita yang ingin membangun rumah ibadah, mari kita bantu sesuai regulasi yang ada. Yang terpenting adalah dialog antarumat beragama. Jangan sampai kita saling memukul, tetapi harus saling merangkul saudara-saudara kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gugun Gumelar turut menyoroti peran strategi generasi muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z, dalam menentukan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebut hampir 60 persen penduduk Indonesia saat ini berasal dari kalangan milenial dan Gen Z yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa di berbagai sektor.
Generasi milenial dan Gen Z sangat penting karena mereka adalah calon pemimpin masa depan Indonesia. Di tangan mereka nanti ada FKUB, Kementerian Agama, para pemimpin di lingkungan RT, RW, hingga para pengambil kebijakan tahun 2045,” katanya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mempertahankan generasi muda tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan pengabdian agar Indonesia Emas 2045 benar-benar diwujudkan dengan persatuan yang kokoh.
Kegiatan Dialog Kebangsaan dan Pemuda Lintas Agama ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama lintas agama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat moderasi beragama, serta membangun generasi muda yang mampu menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.





