PENA 98 Gelar Nobar Film Dokumenter Gerakan Mahasiswa 98 dan Diskusi Publik: “Dari Suara Parlemen Jalanan Menuju Suara Parlemen Panggung Politik”

 PENA 98 Gelar Nobar Film Dokumenter Gerakan Mahasiswa 98 dan Diskusi Publik: “Dari Suara Parlemen Jalanan Menuju Suara Parlemen Panggung Politik”



Kota Bekasi, - Semangat perjuangan kembali dihidupkan melalui kegiatan nonton bareng film dokumenter Gerakan Mahasiswa 1998 dan diskusi publik bertajuk “Dari Suara Parlemen Jalanan Reformasi Menuju Suara Parlemen Panggung Politik”, pada hari Kamis, (21/5/2026) bertempat Gedung Bekasi Creative Kota Bekasi, yang digelar oleh Pena 98. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi generasi dalam membaca dinamika bangsa dan masa depan gerakan rakyat di tengah tantangan politik dan ekonomi saat ini.


Ketua Umum Pena 98, Tumpak Sidabutar, dalam wawancara bersama awak media menegaskan bahwa Pena 98 saat ini hadir sebagai wadah yang terbuka dan tidak berpihak pada satu warna politik tertentu.


“Pena 98 ini tidak memakai pola yang lama. Anak-anak mau ada di Partai A silakan, di Partai B silakan, di Partai C juga silakan, itu hak masing-masing. Karena sekarang latar belakang teman-teman di Pena 98 sudah beragam, ada yang di birokrasi, pengusaha, dan berbagai bidang lainnya. Jadi kami tidak fokus pada satu partai atau satu warna politik,” ujar Tumpak Sidabutar.


Menurutnya, keberagaman latar belakang para aktivisme justru menjadi kekuatan untuk membangun komunikasi kebangsaan yang lebih luas dan inklusif, tanpa sekat kepentingan politik praktis.


Di tempat yang sama, aktivis 98 Harie Setiawan atau yang akrab disapa Bang Buluk menyampaikan bahwa diskusi publik tersebut menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi gerakan baru rakyat di tengah perubahan zaman.



"Kita ingin merumuskan pola, strategi dan taktik baru. Ketika ada pertanyaan jika dolar semakin tinggi apakah momentum seperti 98 akan terulang, pertanyaannya generasi sekarang siap atau tidak? Mahasiswa sekarang siap atau tidak? Nah, dari Pena 98 ini kita mencoba mengkonsolidasikan ulang dan mengkomunikasikan ulang kepada seluruh kawan-kawan 98 dari warna dan bidang apa pun agar kembali duduk membahas bersama bangsa dan negara ini,” ungkap Bang Buluk.


Ia menegaskan bahwa perjuangan gerakan reformasi sejati harus kembali pada aspirasi masyarakat, bukan sekadar kepentingan elite maupun kelompok politik tertentu.


“Kita ingin menitipkan kembali aspirasi masyarakat yang sejati, bukan bicara kepentingan elite, partai politik, atau geng politik tertentu,” tambahnya.


Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari berbagai elemen jaringan aktivis dan lintas gerakan organisasi yang turut memberikan dukungan terhadap langkah-langkah baru yang dibangun oleh Pena 98.


Dengan semangat kolaborasi lintas generasi dan lintas latar belakang, Pena 98 berharap forum diskusi dan konsolidasi seperti ini dapat menjadi ruang bersama untuk merawat nilai-nilai reformasi sekaligus menghadirkan ide-ide baru demi masa depan Indonesia yang lebih demokratis, adil, dan berpihak kepada rakyat.

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال