Heri Sunarto, Kelompok Tani Ngudi Makmur Sukoharjo Raih Penghargaan Petani Teladan “Dedikasi dan Kontribusi dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”

 Heri Sunarto, Kelompok Tani Ngudi Makmur Sukoharjo Raih Penghargaan Petani Teladan


“Dedikasi dan Kontribusi dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”



Kerawang, — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sektor pertanian Kabupaten Sukoharjo. Heri Sunarto, tokoh penggerak pertanian dari Kelompok Tani Ngudi Makmur, resmi menerima Penghargaan Petani Teladan atas dedikasi dan inovasinya dalam membangun sistem pertanian terintegrasi berkelanjutan, pada hari Rabu (07/01/2026) bertempat di Kecamatan Cilebar, Kerawang Jawa Barat, yang terbukti meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi biaya produksi.


Dalam wawancara awak media, Heri Sunarto menjelaskan bahwa konsep pertanian yang dikembangkan tidak hanya bertumpu pada kerja manusia, tetapi memaksimalkan potensi alam sebagai “mesin produksi” yang bekerja 24 jam sehari, 365 hari setahun tanpa henti.


“Bahan bakunya gratis dari limbah masyarakat dan kotoran ternak, tenaga kerjanya gratis melalui gerakan ikan, dan mesinnya gratis yaitu mikroba. Ini yang saya sebut sebagai pure reaktor—sebuah sistem alami yang terus bekerja tanpa biaya operasional besar,” ujar Heri.


*Revolusi Pertanian Terpadu: Minapadi, Vertikal Farming, dan Peternakan*


Konsep unggulan yang dikembangkan Kelompok Tani Ngudi Makmur adalah pertanian pengintegrasi, yang menggabungkan:


* Minapadi (ikan dan padi dalam satu sistem)

* Vertikal farming bertingkat

* Pertanian sawah dan kebun berbasis aliran nutrisi alami

* Peternakan sebagai sumber bahan organik


Teknologi ini dirancang dengan dua syarat utama:


1. Kolam tanah — tidak menggunakan terpal maupun beton agar proses mikroba pengurai berjalan optimal.


2. Tertutup dari sinar matahari langsung — dengan sistem tanam bertingkat di atas kolam:

cabai → jahe → kandang ayam → maggot → kolam ikan → sawah padi.


Struktur ini menciptakan proses biogradasi sempurna yang menghasilkan air kaya nutrisi dan pakan alami bagi ikan sekaligus pupuk cair siap serap untuk tanaman.


“Air yang mengalir dari sistem ini langsung menjadi nutrisi bagi padi, kebun, dan vertikal farming secara auto flow. Hasilnya, pertumbuhan tanaman jauh lebih sehat dan subur,” jelasnya.


*Efisiensi Tinggi dan Ramah Lingkungan*


Dampak sistem ini sangat signifikan:


* Penggunaan pupuk kimia turun hingga 70%

* Produktivitas lahan meningkat

* Limbah ternak, ikan, dan masyarakat berubah menjadi sumber pangan dan nutrisi

* Biaya produksi pertanian menurun drastis


Inovasi ini sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan nasional melalui pendekatan ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.


*Model Swasembada Pangan Masa Depan*


Penghargaan yang diterima Heri Sunarto menegaskan bahwa pertanian Indonesia mampu bertransformasi dari sistem konvensional menuju ekosistem produksi pangan mandiri yang efisien, terjangkau, dan berkelanjutan.


“Inilah konsep swasembada pangan sesungguhnya: satu kawasan, satu ekosistem, semua saling menghidupi,” pungkas Heri


Keberhasilan Kelompok Tani Ngudi Makmur kini menjadi model percontohan nasional yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah Indonesia sebagai fondasi kuat menuju kedaulatan pangan bangsa.

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال