Diduga Terjadi Kebocoran Produksi, PTPN I Regional 2 Kebun Bunisari Jadi Sorotan Warga



Garut, 18 Juni 2026 - Dugaan kebocoran produksi di lingkungan PTPN I Regional 2, khususnya di Afdeling Pasir Salam, Kebun Bunisari Lendra, menjadi sorotan masyarakat. Aktivitas keluar-masuk barang hasil perusahaan yang diduga tidak melalui mekanisme resmi disebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan internal perusahaan.

Sejumlah warga menilai praktik yang dikenal sebagai losses atau kebocoran produksi tersebut terjadi secara berulang dan seolah dibiarkan tanpa tindakan tegas. Masyarakat menduga adanya kelemahan pengawasan yang mengakibatkan aset perusahaan milik negara berpotensi mengalami kerugian dalam jumlah besar.

Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, aktivitas pengeluaran barang perusahaan diduga berlangsung secara rutin. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang memanfaatkan lemahnya pengawasan untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan perusahaan.

Warga menilai apabila dugaan tersebut benar, maka kerugian yang ditimbulkan bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga negara sebagai pemilik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Oleh karena itu, masyarakat mendesak manajemen PTPN I Regional 2 Jawa Barat segera melakukan audit menyeluruh, investigasi internal, serta mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Selain persoalan dugaan kebocoran produksi, masyarakat juga menyoroti pola komunikasi managament perusahaan dengan lingkungan sekitar. Warga menilai sejumlah pejabat di tingkat afdeling maupun managament kebun kurang membuka ruang dialog, kritik, dan komunikasi bahkan menutup diri ketika pihak pihak menyuarakan aspirasi yang mana hal ini sangat penting mengingat di tahun 2021 silam telah terjadi korban jiwa di areal perkebunan yang di akibatkan aktivitas ilegal dan pihak managament perusahaan abai atau pembiaran terhadap situasi yang terjadi, oleh karena itu masyarakat dan pemerintah setempat menuntut sikap tegas dari pihak regional 2 jabar sebelum hal hal yang tidak di inginkan terjadi.

Atas dasar itu, muncul tuntutan dari sebagian masyarakat agar dilakukan rotasi atau mutasi pada sejumlah jabatan strategis (Manager)di internal Kebun Bunisari. Menurut mereka, langkah tersebut diperlukan sebagai bagian dari evaluasi organisasi guna memperbaiki tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat dan pemerintah desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Warga juga mengaku selama ini belum merasakan manfaat yang signifikan dari keberadaan perusahaan, baik dalam bentuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun pemberdayaan masyarakat. Kondisi tersebut semakin menambah kekecewaan masyarakat terhadap managament perusahaan.

Apabila tidak ada langkah konkret dari pihak managament dan otoritas terkait, sebagian warga menyatakan akan menyampaikan aspirasi mereka melalui aksi yang lebih luas sebagai bentuk desakan agar persoalan tersebut segera mendapat perhatian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PTPN I Regional 2 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kebocoran produksi maupun tuntutan masyarakat mengenai evaluasi managament. Untuk menjaga asas keberimbangan, media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak perusahaan atas berbagai dugaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini.


(Redaksi Jabar

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال