Sinergi Petugas Kloter Jadi Kunci Kenyamanan Jemaah Haji di Tanah Suci
Kota Bekasi, - Kepala Bidang Pembinaan PPIH Embarkasi Hj. Rian Fauzi, menegaskan pentingnya sinergi antarpetugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji sejak berada di Asrama Haji hingga tiba di Tanah Suci. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi pembinaan kepada para petugas kloter, ketua regu (Karu), dan ketua rombongan (Karom) di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, pada hari Selasa, (19/5/2026) bertempat Asrama Haji Jl. Kemakmuran No.72, RT.005/RW.002, Marga Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi Jawa Barat
Hj. Rian Fauzi menjelaskan bahwa setiap kloter yang masuk ke asrama haji selalu mendapatkan pembinaan dan pengarahan agar seluruh petugas dapat menjalankan tugas secara maksimal demi kenyamanan dan keamanan jemaah.
“Kami menghimbau seluruh Karu dan Karom agar senantiasa bersinergi dengan para petugas kloter supaya para jemaah merasa aman, nyaman, dan benar-benar terlayani selama menjalankan ibadah haji,” ujar Hj. Rian Fauzi.
Ia menyampaikan bahwa sistem pelayanan haji Indonesia memiliki keunggulan tersendiri karena adanya petugas Karu dan Karom yang secara langsung mendampingi jemaah.
Dalam satu regu, seorang Karu membawahi sekitar 10 jemaah, sedangkan satu Karom membawahi sekitar 40 jemaah. Sementara dalam satu kloter terdapat sekitar 11 rombongan dengan kurang lebih 44 ketua regu yang bertugas membantu dan mendampingi jemaah.
Menurutnya, seluruh unsur petugas mulai dari Karu, Karom, Ketua Kloter, hingga petugas kloter lainnya harus mampu membangun koordinasi yang baik agar pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
“Para petugas harus memahami tugas dan fungsinya masing-masing, baik sebagai Karu, Karom, maupun Ketua Kloter.
Tujuannya agar seluruh jemaah merasa dilayani dan diperhatikan selama perjalanan ibadah haji,” katanya.
Hj. Rian Fauzi juga menekankan pentingnya koordinasi berjenjang sejak jemaah masuk ke asrama haji hingga berada di Arab Saudi. Ketua kloter diminta terus melakukan komunikasi aktif dengan PPIH di setiap titik pelayanan.
“Ketika masuk Asrama Haji harus berkoordinasi dengan PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi, kemudian saat di bandara berkoordinasi dengan PPIH Bandara, dan setibanya di Arab Saudi berkoordinasi dengan PPIH Mekkah maupun PPIH Madinah,” jelasnya.
Dengan koordinasi yang berkesinambungan tersebut, seluruh aktivitas dan kondisi jemaah haji dapat terpantau dengan baik sehingga setiap kebutuhan maupun kendala yang dihadapi jemaah dapat segera ditangani.
PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi berharap seluruh petugas kloter dapat terus menjaga kekompakan dan meningkatkan pelayanan agar para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk, aman, nyaman, dan lancar hingga kembali ke Tanah Air.






