Dr. KH. Saifuddin Siroj Ketua Umum MUI Kota Bekasi Ajak Perkuat Silaturahmi dan Bangun Moral Spiritual Masyarakat
Kota Bekasi, 26 Maret 2026 – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Drs. KH. Saifuddin Siroj, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan momentum silaturahmi sebagai sarana memperkuat komunikasi dan kebersamaan dalam menghadapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan.
Dalam wawancara dengan awak media, beliau menegaskan bahwa MUI Kota Bekasi memiliki peran strategis sebagai lembaga keagamaan yang berasal dari masyarakat namun juga menjadi mitra pemerintah. Peran tersebut dijalankan melalui tugas utama menjaga dan mengendalikan kehidupan beragama, khususnya dalam membentengi akidah umat di tengah masyarakat yang majemuk.
“Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila, dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kehidupan masyarakat harus selalu berlandaskan nilai-nilai agama. Kota Bekasi sebagai kota yang agamis tentu membutuhkan peran aktif MUI dalam menjaga akidah umat,” ujar KH. Saifuddin Siroj.
Ia menjelaskan, terdapat tiga fungsi utama MUI Kota Bekasi. Pertama, sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan aspek keagamaan. Kedua, sebagai pelayan umat, yang memberikan bimbingan serta menjawab kebutuhan masyarakat terkait fatwa keagamaan, baik dalam hal akidah, syariah, maupun masalah halal dan haram. Ketiga, sebagai penggerak moral umat, yang berperan dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Lebih lanjut, MUI Kota Bekasi mendorong agar seluruh program pembangunan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun bisnis, tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan. Hal ini penting agar tercipta masyarakat yang memiliki kendali diri, integritas, serta terhindar dari praktik-praktik negatif seperti korupsi dan ketidakadilan.
“Kita ingin seluruh tatanan kehidupan di Kota Bekasi, mulai dari masyarakat hingga aparatur pemerintahan, memiliki nuansa keagamaan. Dengan begitu, akan tercipta keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan moral spiritual,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, KH. Saifuddin Siroj juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.
“Alhamdulillah kita telah memasuki bulan Syawal. Saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum ini menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun Kota Bekasi,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan media, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, untuk meninggalkan perbedaan yang berpotensi memecah belah.
“Singkirkan rasa iri, emosi, dan saling menjatuhkan. Mari kita bersatu, bekerja sama dalam kebaikan, serta mendukung program-program pembangunan demi terwujudnya Kota Bekasi yang lebih baik di masa yang akan datang,” tutupnya.





