Seminar Natal Nasional 2025: "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga" — Meneguhkan Ketahanan Keluarga di Tengah Tantangan Kota Metropolitan

 Seminar Natal Nasional 2025: "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga" — Meneguhkan Ketahanan Keluarga di Tengah Tantangan Kota Metropolitan



Jakarta, — Seminar Natal Nasional 2025 digelar sukses dengan mengusung tema besar “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan”. Acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus solusi bagi keluarga Indonesia yang tengah menghadapi kompleksitas kehidupan perkotaan.


Seminar nasional ini dihadiri oleh lintas tokoh agama, pejabat negara, akademisi, serta pemimpin gereja, di antaranya:


Maruarar Sirait – Ketua Panitia Natal Nasional 2025

Prof.Dr.KH. Nasaruddin Umar, MA – Menteri Agama RI

Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Prof. Stella Christie, Ph.D – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi

Pdt. Indah Sriulin Ginting, M.Th., MA – Moderator

Pdt. (HC) Jacklevyn Frits Manuputty, MA – Ketua Umum PGI

Pdt. Jason Joram Balompapueng – Ketua Pelaksana Harian Natal Nasional

Hening Parlan, M.Si – Aktivis Lingkungan & Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si – Komisi Keluarga KWI

Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D – Koordinator Seminar Natal Nasional


*Keluarga di Persimpangan Tantangan Zaman*


Dalam Sambutannya, Maruarar Sirait menegaskan bahwa keluarga hari ini berada dalam tekanan luar biasa “Hubungan suami-istri, masa depan anak, ekonomi, pinjaman online, narkoba, hingga nilai krisis. Namun jawaban dari semua tantangan itu hanya satu: Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga.”


Ia menekankan bahwa kehadiran Tuhan bukan sekadar konsep iman, melainkan kekuatan nyata dalam menghadapi krisis keluarga dan dinamika persiapan Natal Nasional 2025 yang penuh tantangan.


*Natal Nasional Berdampak Nyata bagi Bangsa*


Panitia Natal Nasional 2025 juga memaparkan berbagai program nyata yang berdampak pada nasional:


* 1.000 bantuan pendidikan bagi generasi muda

* 35 unit mobil ambulans untuk layanan kesehatan

* 20.000 Alkitab didistribusikan ke seluruh Indonesia

* 1.000 kursi roda untuk penyandang disabilitas

* 2 jembatan gantung di Papua demi akses aman masyarakat

* Pembangunan gedung pendidikan Injil di Wamena

* Dukungan penuh kepada 3.000 tamu kehormatan dari 3.600 peserta: anak yatim, penyandang disabilitas, guru agama, dan warga kurang mampu


Lebih dari itu, semangat persahabatan iman menjadi wajah kuat Natal Nasional 2025. Panitia menerima dukungan:


* Rp10 miliar dari umat Islam

* Rp5 miliar dan 20.000 paket sembako dari umat Buddha

yang semuanya didistribusikan untuk kesejahteraan tanpa melihat latar belakang agama.


“Kami ingin menunjukkan bahwa kasih Kristus meliputi sekat agama. Mengasihi sesama adalah iman yang diuji dalam tindakan,” tegas Maruarar Sirait.


Panitia juga menyampaikan komitmen kemanusiaan global, termasuk perhatian khusus bagi rakyat Palestina.


*Keluarga sebagai Fondasi Bangsa* 


Sementara itu, Pdt. Prof Binsar Jonathan Pakpahan menekankan bahwa tema seminar ini sangat strategis:


“Keluarga adalah fondasi gereja dan bangsa. Ketika keluarga kuat, gereja kuat, dan bangsa menjadi kokoh.”


Ia menyoroti berbagai krisis keluarga yang dibahas dalam seminar, seperti pinjaman online, judi online, kerusakan lingkungan, perdagangan manusia, dan tekanan sosial kota besar.


*Pesan Natal Nasional 2025*


Seminar Natal Nasional 2025 menegaskan satu pesan utama:

Allah hadir — dan ketika Tuhan hadir dalam keluarga, maka keluarga akan diselamatkan, bangsa dikuatkan, dan masa depan Indonesia diberkati.

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال