Sally Giovanny Dorong Anak Muda Gabungkan Filantropi dan Kewirausahaan di Indonesia Humanitarian Summit

 Sally Giovanny Dorong Anak Muda Gabungkan Filantropi dan Kewirausahaan di Indonesia Humanitarian Summit



Jakarta — Semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan generasi muda mengemuka dalam Indonesia Humanitarian Summit: Empowerment To The Next Level, khususnya pada Session 2: Local Leaders – Young Empowerment. diadakan pada hari Kamis (15/01/2026) bertempat Hotel Novotel Jakarta Pulomas. Salah satu narasumber utama, Sally Giovanny, Owner Batik Trusmi, menegaskan pentingnya peran anak muda dalam membangun Indonesia yang lebih berdampak melalui sinergi antara kewirausahaan dan filantropi.


Acara ini turut menghadirkan Andhika Mahardika, Founder & CEO Agradaya, serta dimoderatori oleh Atiatul Muqtadir, Penerima Manfaat Dompet Dhuafa. Diskusi berlangsung hangat dan penuh inspirasi, membahas bagaimana generasi muda dapat mengambil peran strategis dalam pembangunan sosial.


“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan luar biasa di acara yang sangat bermanfaat ini. Tadi kita banyak berbagi tentang bagaimana hubungan antara kewirausahaan dan filantropi. Keduanya bisa berjalan beriringan dan saling menguatkan. Dengan kolaborasi dan inovasi, kita bisa menciptakan kegiatan-kegiatan yang menarik dan berdampak luas, terutama bagi anak muda,” ujar Sally Giovanny.


Menurut Sally, anak muda memiliki potensi luar biasa—mulai dari kreativitas, ide segar, hingga energi perubahan—yang bila diarahkan ke sektor filantropi dan kewirausahaan dapat menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat.


“Banyak anak muda yang merasa belum punya apa-apa untuk terlibat di filantropi. Padahal filantropi bukan hanya soal uang atau donasi. Filantropi adalah dedikasi—ide, waktu, pikiran, tenaga. Semua itu bernilai. Yang penting kita mau bergerak dan tidak menghentikan kebaikan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Sally menekankan bahwa visi Indonesia Emas tidak akan terwujud tanpa keterlibatan aktif generasi muda. Ia pun mendorong pemerintah untuk mengambil peran sebagai sistem pendukung yang nyata.


“Kalau anak muda punya ide dan kreativitas, kenapa kita tidak fasilitasi? Pemerintah harus hadir memberi ruang, mempermudah, dan mendukung kegiatan-kegiatan baik agar berjalan tepat sasaran dan berdampak luas bagi,” tambahnya.


Diskusi ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya dibangun oleh kebijakan, tetapi oleh keberanian generasi muda untuk bergerak, berkolaborasi, dan mengabdi sejak hari ini.

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال