Pengamat Transportasi Apresiasi Kakorlantas Polri atas Inovasi Teknologi dan Program Polantas Menyapa
Jakarta — Pengamat lalu lintas dan transportasi, Banter Adis, mengapresiasi berbagai inovasi dan transformasi digital yang dilakukan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho. Menurutnya, langkah modernisasi yang dilakukan Korlantas menunjukkan arah pelayanan publik yang semakin profesional, adaptif, dan humanis.
Adis menilai keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menjadi bukti nyata efektivitas strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas berbasis teknologi yang diterapkan Korlantas Polri selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Kita melihat bagaimana Operasi Ketupat 2026 berjalan sukses. Inovasi seperti ETLE, teknologi Weight in Motion, hingga program Polantas Menyapa menjadi pencapaian penting dalam transformasi Polantas modern. Kami mendukung Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam mencapai Polantas lebih modern,” ujar Adis kepada awak media, Rabu (20/5/2026).
Menurut Adis, penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik menjadi salah satu inovasi paling signifikan dalam pelayanan reformasi lalu lintas nasional. Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi penegakan hukum, meminimalkan potensi penyimpangan di lapangan, serta mendorong ketertiban berlalu lintas berbasis teknologi digital.
Selain ETLE, Korlantas Polri juga dinilai berhasil mengoptimalkan teknologi Weight in Motion (WIM) dalam pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Teknologi tersebut memungkinkan pengiriman kargo kendaraan dilakukan secara otomatis tanpa menghentikan kendaraan secara manual, sehingga dinilai lebih efektif dalam menjaga keselamatan jalan dan meminimalkan kerusakan infrastruktur.
Adis juga mengatakan pendekatan humanis melalui program “Polantas Menyapa” yang dinilai menjadi langkah progresif dalam membangun kedekatan antara aparat lalu lintas dengan masyarakat. Program tersebut mengedepankan edukasi keselamatan berkendara, literasi hukum lalu lintas, serta dialog langsung kepada masyarakat.
“Pendekatan humanis seperti ini penting karena membangun kesadaran masyarakat secara persuasif, bukan hanya penindakan semata,” ujarnya.
Tak hanya itu, Korlantas Polri juga terus memperkuat sistem pelayanan berbasis digital melalui pengembangan aplikasi pelayanan SIM dan Samsat Daring, transmisi pemantauan arus lalu lintas secara real time melalui command center nasional, penggunaan CCTV analitik berbasis Artificial Intelligence (AI), hingga pemanfaatan big data traffic management dalam pengaturan rekayasa lalu lintas nasional.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan saat terjadi kepadatan kendaraan, kecelakaan, maupun gangguan arus lalu lintas di sejumlah jalur strategi selama musim mudik.
Berdasarkan data Korlantas Polri, angka fatalitas kecelakaan selama Operasi Ketupat 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah korban meninggal dunia tercatat turun sebanyak 104 orang atau 30,41 persen, dari 342 korban pada tahun 2025 menjadi 238 korban pada tahun 2026.
Selain itu, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas secara nasional juga mengalami penurunan. Pada tahun 2026 tercatat sebanyak 2.727 kejadian kecelakaan, sedangkan pada tahun 2025 mencapai 2.880 kejadian atau turun sebesar 5,31 persen.
Adis menilai capaian tersebut menunjukkan keberhasilan kepemimpinan Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam membangun sistem lalu lintas nasional yang lebih modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam membangun sistem lalu lintas nasional yang modern, profesional, dan berbasis teknologi yang semakin optimal,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kinerja Korlantas Polri juga tercermin dari hasil survei Indikator Politik Indonesia. Dalam survei tersebut, sebanyak 85,3 persen pemudik mengaku puas terhadap penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.
Tingginya tingkat kepuasan masyarakat tersebut yang diukur menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Polri, khususnya di bidang lalu lintas dan transportasi jalan.





