Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Dorong Edukadi Keuangan dan Modal UMKM



Slawi,growmedia-indo.com -

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menerima audiensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah dan OJK Tegal sebagai upaya mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan serta perluasan akses permodalan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, di lingkungan Pemkab Tegal, Selasa (07/04/2026). 


Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tegal dan OJK dalam mendorong peningkatan literasi keuangan, perlindungan konsumen, serta perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, pelajar, nelayan, dan kelompok rentan.


Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo menyampaikan bahwa OJK terus mendorong pelaksanaan program yang berdampak luas di seluruh wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, kolaborasi lintas wilayah penting agar program edukasi dan perlindungan konsumen dapat menjangkau masyarakat secara merata dan efektif.


“Program yang dilaksanakan oleh masing-masing kantor diupayakan memiliki dampak luas bagi seluruh Jawa Tengah, sehingga tidak terjadi pengulangan kegiatan,” ujarnya.


Ia menambahkan, pada tahun 2026 OJK mulai mengedepankan pendekatan yang lebih inklusif, baik bagi penyandang disabilitas maupun masyarakat dari berbagai latar belakang.


“Kita perlu memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan edukasi dan akses ke sektor keuangan, serta terlindungi dari risiko aktivitas keuangan ilegal,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan edukasi keuangan diukur dari semakin berkurangnya masyarakat yang menjadi korban penipuan maupun aktivitas keuangan ilegal.


“Jika program yang dijalankan sudah banyak tetapi masih terdapat korban penipuan, maka perlu pendekatan baru melalui sinergi dengan berbagai pihak,” imbuhnya.


Sejalan dengan hal tersebut, Kepala OJK Tegal Kurnia Dewi Puspita memaparkan kondisi industri jasa keuangan di Kabupaten Tegal. Berdasarkan sejumlah indikator, Kabupaten Tegal menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dalam tiga tahun terakhir, ditandai dengan meningkatnya partisipasi angkatan kerja, menurunnya tingkat pengangguran terbuka, penurunan angka kemiskinan, serta pertumbuhan ekonomi yang baik.


Menurutnya, sektor jasa keuangan memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Penyaluran kredit di Kabupaten Tegal tercatat sekitar Rp4,5 triliun, dengan porsi untuk UMKM sebesar Rp1,9 triliun atau 52,5 persen.


“Kami melihat penyaluran kredit untuk UMKM masih dapat terus ditingkatkan agar sektor usaha kecil semakin kuat,” ujarnya.


Selain itu, OJK Tegal juga menyoroti masih rendahnya jumlah investor pasar modal di Kabupaten Tegal. Upaya peningkatan dinilai perlu dilakukan melalui edukasi yang lebih masif kepada pelajar, mahasiswa, ASN, dan masyarakat umum.


“Potensi peningkatan jumlah investor di Kabupaten Tegal masih sangat besar,” kata Kurnia.


OJK Tegal juga menekankan pentingnya penguatan program percepatan akses keuangan daerah, seperti Himpunan Program Melawan Rentenir (HPMR), budaya menabung melalui tabungan pelajar, serta kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perbankan untuk menanamkan literasi keuangan sejak dini.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Tegal menyampaikan apresiasi atas paparan yang disampaikan jajaran OJK. Menurutnya, audiensi ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi sektor jasa keuangan di Kabupaten Tegal.


“Kami berterima kasih, sehingga semakin memahami kondisi sektor perbankan dan perputaran keuangan di Kabupaten Tegal,” ujarnya.


Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal mendukung langkah OJK, tidak hanya dalam fungsi pengawasan, tetapi juga dalam upaya pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan berkedok investasi maupun aktivitas keuangan ilegal lainnya.


“Selain pengawasan, upaya pencegahan juga penting agar masyarakat tidak menjadi korban keuangan ilegal,” tegasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya penguatan akses pembiayaan bagi UMKM, mengingat kebutuhan modal usaha masih menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat.


“Pemerintah Kabupaten Tegal perlu lebih masif dalam menghadirkan program pembiayaan UMKM, karena masih banyak masyarakat yang ingin berusaha tetapi terkendala modal,” ungkapnya.


Selain itu, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada nelayan, salah satunya melalui program asuransi ketenagakerjaan yang telah menjangkau hampir dua ribu nelayan.


“Program ini kami jalankan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, mengingat tingkat risiko kecelakaan di laut cukup tinggi,” jelasnya.


Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tegal dan OJK dalam mendorong inklusi keuangan, perlindungan konsumen, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

(nz)

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال