Kreatif dan Ramah Lingkungan, Siswa MTs Plus Bahrul Ulum Ciptakan Pot Estetik dari Pakaian Bekas dan Semen

Bangka,Growmedia,indo,com–
Belajar tidak melulu harus di dalam kelas dengan buku teks. Di MTs Plus Bahrul Ulum Islamic Centre, pembelajaran mata pelajaran Prakarya kelas 8 justru mengajak siswa untuk berkreasi langsung dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana dan limbah menjadi barang bernilai tinggi.

Pada pertemuan kali ini, siswa diajarkan teknik unik pembuatan pot tanaman menggunakan campuran semen dan pakaian bekas. Metode ini tidak hanya melatih keterampilan motorik dan kreativitas, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pengurangan sampah.


Inovasi Pembelajaran
Kegiatan praktik ini dipandu langsung oleh guru Prakarya, Ustadz Zakaria. Menurutnya, proyek ini dirancang agar siswa mampu berpikir out of the box dan memahami karakteristik bahan campuran dalam karya seni dan kerajinan.

"Kami memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita. Pakaian bekas yang sudah tidak terpakai dicampur dengan semen dan pasir, menghasilkan pot yang unik, kokoh, dan beratnya stabil. Ini melatih siswa untuk melihat nilai guna dari sesuatu yang sering dianggap sampah," ujar Ustadz Zakaria.


Alat dan Bahan Sederhana
Bahan yang digunakan sangat mudah didapatkan, antara lain:

- Pakaian bekas (kaos atau handuk berbahan katun yang menyerap air).
- Semen Portland atau semen putih.
- Pasir halus (opsional) untuk kekuatan tambahan.
- Cetakan dari ember atau pot bekas.
- Cat akrilik atau pilox untuk dekorasi.
- Alat pelindung seperti sarung tangan karet.

Proses Pembuatan yang Menyenangkan
Para siswa tampak antusias mengikuti tiga tahapan utama pembuatan:

1. Persiapan: Kain dipotong sesuai bentuk yang diinginkan, kemudian dicelupkan ke dalam larutan semen cair hingga seluruh serat kain terlumuri rata.
2. Pencetakan: Kain yang sudah berlumur semen kemudian dibentangkan di atas cetakan (ember bekas) yang sudah dilapisi plastik. Siswa diberi kebebasan mengatur lipatan kain agar menghasilkan tekstur dan bentuk yang estetik.
3. Pengeringan & Finishing: Pot dibiarkan mengering di tempat teduh selama 1-2 hari agar tidak retak. Setelah keras, pot dilepas dari cetakan, dilubangi bagian bawah untuk saluran air, lalu dihias dengan cat sesuai kreativitas masing-masing.

Hasilnya sangat memukau! Pot-pot buatan siswa terlihat artistik, memiliki tekstur yang unik, dan tentunya lebih kokoh serta tahan lama dibandingkan pot plastik biasa.

Komitmen Pendidikan
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa MTs Plus Bahrul Ulum Islamic Centre terus berinovasi dalam metode pembelajaran. Selain menguasai materi akademik, siswa juga dibekali keterampilan praktis, jiwa seni, dan kepedulian terhadap lingkungan yang berguna untuk masa depan.tutupnya.

 

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال