Palembang — Jumat 3-april-2026
Suasana Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan berlangsung penuh semangat perubahan. DPD OKU Timur tampil tegas, menyuarakan kesiapan melakukan perombakan total demi memperkuat organisasi dan memperjuangkan nasib petani.
Mengusung tema besar restrukturisasi pengurus, hilirisasi program, dan penguatan SDM, Rakorda ini menjadi ajang konsolidasi besar yang dihadiri jajaran DPW serta DPD dari berbagai daerah: OKU Timur, Lahat, Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), OKU, Banyuasin, hingga Empat Lawang.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan, Medi Ahmazon, melontarkan pernyataan keras yang mengguncang forum. Ia menegaskan, organisasi tidak boleh berjalan di tempat.
“Ini bukan lagi soal rutinitas organisasi. Ini soal keberanian berubah! Restrukturisasi wajib dilakukan untuk memutus rantai kelemahan. Kita ingin pengurus yang benar-benar bekerja, turun ke lapangan, dan berpihak kepada petani,” tegasnya lantang.
Tak hanya itu, ia juga mendorong percepatan hilirisasi sebagai senjata utama meningkatkan kesejahteraan petani.
“Petani tidak boleh terus menjual bahan mentah dengan harga murah. Hilirisasi adalah kunci! Kita harus kuasai pengolahan, kita harus naik kelas!” tambahnya penuh tekanan.
Di sisi lain, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia OKU Timur, M. Daut, langsung merespons dengan sikap tegas. Ia memastikan OKU Timur tidak akan hanya menjadi penonton.
“Kami siap tancap gas! Arahan Rakorda ini akan kami jalankan tanpa kompromi. Restrukturisasi akan kami lakukan sampai ke akar. Tidak ada lagi pengurus yang hanya nama tanpa kerja,” ujarnya dengan nada serius.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan SDM akan menjadi prioritas mutlak, dengan pelatihan dan pendampingan intensif bagi petani agar mampu bersaing di era modern.
Rakorda ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah titik balik. Sebuah momentum besar yang diyakini akan mengubah wajah organisasi dan masa depan petani di Sumatera Selatan.
Dengan semangat membara dan tekad tanpa ragu, Tani Merdeka Indonesia bersiap melangkah lebih jauh—mendorong petani bangkit, mandiri, dan berdaulat di tanah sendiri.
Ind16





