Program Makan Bergizi Gratis Hadir Resmi Hadir Demi Perut Anak Bukan untuk Perut Pendengki



Garut,growmedia-indo.com -

“Kita harus merespon program pemerintah ini dengan positif bukannya malah mencibir terlebih mendengki”, ungkap Asep Rahmat Permana, SHI., SH., MM ketika ditemui baru baru ini disalah satu kantornya di Komplek Pasar Guntur Ciawitali Garut,  di Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Garut.  Hal ini dikarenakan informasi yang diterima awak media bahwa yang bersangkutan baru kembali dari Pameungpeuk Garut Selatan mengunjungi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis di Desa Jatimulya. 06/ Maret 2026 - 


Kepenasaran awak media tertuju pada ada kemungkinan apa Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Garut sampai menurunkan salah satu Anggota Majelis seniornya mengunjungi SPPD Jatimulya Pameungpeuk.  Ternyata yang bersangkutan datang atas nama pribadi sebagai Lawyer / Penasehat Hukum mewakili Yayasan Intan Boga Rasa selaku penerima mandat dari Badan Gizi Nasional.  “Saya ke Jatimulya mewakili Ketua Yayasan Intan Boga Rasa yang merupakan klien kantor hukum saya bukan tugas dari BPSK, jadi bukan hal yang patut dirisaukan. Itu merupakan kunjungan biasa dan mungkin akan menjadi agenda rutin kedepannya”, jelas Kang Rahmat demikian panggilan akrabnya di awak media.


Ketika ditanya ada temuan apa di SPPG Jatimulya Pameungpeuk, Kang Rahmat malah tertawa lebar dan menyatakan semuanya sangat baik baik saja.  “Everythink’s good !, hampir tidak menemukan masalah yang berarti.  SPPI sebagai Kepala SPPG sudah sesuai tugasnya, Ahli Giji, Accounting sampai Aslap sudah bekerja maksimal sesuai ketentuan yang ada.  Bahkan mitra-mitra kerja dari tokoh masyarakat dan beberapa penyandang danapun mengabdi dengan tulus dan bijak pada program tersebut.  Disana saya bertemu Bapak H. Marna, beliau sangat luar biasa bahkan saya nilai beliau sangat sigap mengamankan berjalannya program MBG”, tutur Kang Rahmat sangat antusias dan menurutnya jika pun ada masalah-masalah itu wajar karena dalam hal apapun tentu masalah akan ada, tinggal bagaimana mensikapi dan mencari jalan keluarnya secara dewasa tanpa harus mendahulukan tepuk dada.  “Bersama-sama itu kuat dan indah”, cetusnya menyela obrolan.


Lebih lanjut Kang Rahmat menghimbau agar semua fihak dapat menarik benang merah dari semua fenomena yang ada.  Menurutnya apapun didunia ini akan selalu memiliki dua sisi performance bagai  mata uang, disukai dan tidak disukai atau baik dan buruk.  “Mungkin bagi sodara sodara kita yang secara ekonomi telah berkecukupan MBG itu tidak penting karena anak-anaknya sudah dibekali uang cukup dari rumah, apalagi kalau ditemukan bumbu pasakan dapur MBG tak se-enak bumbu pasakan pembantunya di rumah, tapi puluhan ribu orang tua miskin diluar sana  itu sangat merasa terbantu dan jadi tenang hatinya lho !,  kalaulah ditemukan kecurangan dalam tata kelolanya ya saluran hukumnya ada, gak usah koar koar membabi buta, cukup ambil buktinya kemudian laporkan, polosi kita akan sigap kok secara umum mereka udah proesional !”, papar Kang Rahmat mengakhiri pembicaraan sehubungan jadwal sidang sudah memanggilnya. (*)

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال