Pemkab Muba Manfaatkan Aset Tak Produktif, Tanam 270 Sawit dan Tebar 10 Ribu Benih Lele


Www.Growmedia.indo.com

SEKAYU,– Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) terus mendorong optimalisasi aset daerah agar lebih produktif dan bernilai ekonomi. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum tergarap untuk penanaman kelapa sawit serta budidaya ikan lele.Selasa, 24/02/2026

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH ini berlangsung di kawasan aset Pemkab Muba di belakang Politeknik Sekayu. Program tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan, unsur kepolisian, serta pihak kampus.

Dalam keterangannya, Bupati Toha menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan kosong merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengurangi aset tidak produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Hari ini kita mulai dengan menanam sawit dan menebar benih ikan lele. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Secara edukatif, optimalisasi aset daerah memiliki dua manfaat utama:

1. Pengamanan aset agar tidak terbengkalai atau berpotensi disalahgunakan.

2. Peningkatan nilai ekonomi melalui pemanfaatan produktif yang menghasilkan pendapatan.

Kepala BPKAD Muba, Riki Junaidi AP MSi, menjelaskan bahwa pada tahap awal telah ditanam sebanyak 270 bibit kelapa sawit di beberapa titik, termasuk kawasan belakang Stable Berkuda Sekayu dan Perumahan PNS. Selain itu, 10.000 benih ikan lele ditebar di kolam pemanfaatan aset daerah.

Menurutnya, langkah ini menjadi contoh pengelolaan aset berbasis produktivitas.

“Program ini bukan hanya untuk menjaga aset tetap aman, tetapi juga meningkatkan nilai guna sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” jelas Riki.

Pemkab Muba juga berencana memperluas program serupa hingga ke tingkat desa. Setiap desa didorong memanfaatkan lahan kosong minimal 5–10 hektare untuk ditanami komoditas produktif seperti kelapa sawit atau tanaman pangan lainnya.

Jika dikelola secara konsisten dan profesional, pola ini berpotensi:

- Membuka lapangan kerja baru

- Menambah pendapatan desa

- Mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu

- Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat

Tak hanya skala besar, Pemkab Muba juga menggerakkan pemanfaatan pekarangan rumah melalui program “Bantu Umak”. Masyarakat didorong menanam sayuran di halaman rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Langkah ini sejalan dengan konsep ketahanan pangan keluarga, yakni kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kita ingin lahan sekecil apa pun bisa dimanfaatkan. Tanam sayuran di depan rumah, hasilnya bisa untuk konsumsi sendiri dan membantu mengurangi pengeluaran,” kata Bupati Toha.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Asisten III Setda Muba Drs H RE Aidil Fitri MSi, Kepala Dinas Perikanan Sunaryo SSTP MM, Kepala Dinas Perkebunan Drs Bustanul Arifin, serta perwakilan dari Polres Muba dan Politeknik Sekayu.

Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa pengelolaan aset daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan memerlukan sinergi bersama untuk menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.

Optimalisasi aset daerah merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Aset yang dikelola secara produktif dapat:

- Mengurangi beban anggaran

- Menambah PAD

- Mendukung program sosial

- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Dengan pendekatan yang terencana dan transparan, langkah ini diharapkan menjadi model pengelolaan aset daerah yang tidak hanya administratif, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. (Dwi putri/Time)

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال