Tim SAR Mentawai Bertindak Cepat Seluruh ABK Perahu Nelayan yang Hilang Kontak Dinyatakan Selamat

Mentawai — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap perahu nelayan yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Bitojat, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, berakhir dengan kabar menggembirakan. Seluruh penumpang kapal berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.


Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mentawai menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 15.45 WIB. Informasi awal disampaikan oleh Miza, istri salah satu nelayan yang berada di atas kapal.


Berdasarkan keterangan keluarga, perahu nelayan tersebut berangkat dari Sikakap menuju Pulau Bitojat untuk memancing pada Senin, 1 Desember 2025, dengan membawa empat orang penumpang. Seharusnya kapal sudah kembali sebelum logistik habis pada Jumat, 12 Desember 2025. Namun hingga Minggu sore, kapal tidak kunjung tiba dan tidak dapat dihubungi, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas.


Lokasi terakhir yang diperkirakan menjadi area kejadian berada di koordinat 3° 3’16” LS – 100° 7’12” BT, dengan jarak sekitar 69 mil laut dari Pelabuhan Tuapejat, arah 152 derajat, serta estimasi waktu tempuh sekitar lima jam perjalanan laut.


Saat Tim SAR melakukan persiapan dan plotting area pencarian, pada pukul 17.30 WIB, pihak keluarga kembali memberikan kabar terbaru. Mereka berhasil berkomunikasi dengan para nelayan dan memastikan bahwa kapal beserta seluruh penumpang berada dalam keadaan selamat.


Menurut penuturan survivor, kapal sempat mengalami kerusakan mesin di perairan sekitar Sikakap yang menyebabkan hilang kontak selama kurang lebih dua hari. Setelah melakukan perbaikan mesin secara mandiri dan mendapatkan sinyal komunikasi, mereka segera menghubungi keluarga dan petugas SAR, lalu melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Sikakap.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Rescue Kansar Mentawai bergerak menuju Pelabuhan Sikakap dan tiba pada pukul 21.00 WIB untuk memastikan kondisi para survivor. Tidak lama berselang, pada pukul 21.25 WIB, perahu nelayan tersebut sandar di Dermaga TPI Sikakap dengan seluruh penumpang dalam keadaan aman.


Keempat nelayan yang berhasil kembali dengan selamat masing-masing bernama Efwinsyah (45), Reza Septiawansyah (15), Amir Mahmud (52), dan Kamarudin (63). Kapal yang digunakan merupakan perahu kayu nelayan sepanjang kurang lebih sembilan meter, berwarna merah hijau, dan menggunakan mesin dompeng.


Seluruh survivor kemudian diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 21.35 WIB. Operasi SAR dilanjutkan dengan kegiatan debriefing pada pukul 21.40 WIB, serta diusulkan untuk dihentikan sementara dan direncanakan ditutup secara resmi setelah tim rescue kembali ke pangkalan di Pelabuhan Tuapejat.


Dalam operasi ini, Kansar Mentawai mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 02, didukung oleh Tim Rescue Kansar Mentawai serta unsur Polsek Sikakap dan Koramil Sikakap dalam pengamanan dan koordinasi di wilayah pelabuhan.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, S.E., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi serta apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.


“Kami bersyukur seluruh nelayan dapat kembali dengan selamat. Kejadian ini menjadi pengingat penting agar setiap nelayan memastikan kesiapan kapal, mesin, serta alat komunikasi sebelum melaut. Kami juga mengapresiasi peran keluarga dan unsur terkait yang aktif berkoordinasi,” ujarnya.


Kantor SAR Mentawai kembali mengimbau seluruh nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di laut. (Lr)


Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال