Mohammad Faisal, Ph.D: Indonesia di Persimpangan Jalan – Saatnya Generasi Muda Mempercepat Transformasi Ekonomi

 Mohammad Faisal, Ph.D: Indonesia di Persimpangan Jalan – Saatnya Generasi Muda Mempercepat Transformasi Ekonomi



Jakarta, 15 November 2025— Indonesia tengah berada di titik krusial perjalanan ekonominya. Dengan bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030, generasi muda menjadi faktor penentu apakah Indonesia akan melompat menuju negara maju atau malah tertinggal di persimpangan global. Melihat urgensi tersebut, kegiatan Youth Economic Outlook 2025 menghadirkan strategi ruang diskusi bertema “Indonesia di Persimpangan Jalan: Pemberdayaan Pemuda untuk Mempercepat Transformasi Ekonomi.”


Acara ini mempertemukan para pemimpin muda, ekonom, akademisi, pelaku industri, inovator digital, hingga pembuat kebijakan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui potensi anak muda.

Momentum Penentu Transformasi Ekonomi Nasional


Dalam forum ini, para nara tekanan mengatakan bahwa Indonesia sedang menghadapi persimpangan antara peluang besar dan tantangan struktural: digitalisasi ekonomi, perubahan sumber iklim, ketimpangan akses pekerjaan, hingga kesiapan SDM untuk industri masa depan.


Generasi muda Indonesia dianggap memiliki kapasitas adaptif yang tinggi—mulai dari kreativitas, literasi digital, hingga kemampuan berinovasi—yang dapat menjadi katalis percepatan pertumbuhan ekonomi.

Mendorong Kepemimpinan dan Partisipasi Ekonomi Kaum Muda


Youth Economic Outlook menyoroti tiga agenda transformasi utama:

1. Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi

Mendorong ekonomi digital, industri kreatif, teknologi hijau, serta kewirausahaan berbasis masalah.

2. Peningkatan Kualitas SDM Muda

Reformasi keterampilan, akses pendidikan, pelatihan vokasi, dan peningkatan keterampilan untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.

3. Pemberdayaan Kepemimpinan Pemuda dalam Kebijakan Publik

Mendengarkan suara dan perspektif generasi muda masuk dalam proses perumusan strategi pembangunan ekonomi nasional.


Generasi Muda sebagai Akselerator Indonesia Emas 2045


Dalam pernyataan resminya, panitia menegaskan bahwa masa depan perekonomian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan angka, tetapi oleh kualitas kepemimpinan, inovasi, dan keberanian generasi mudanya.


“Youth Economic Outlook hadir untuk menggerakkan optimisme baru bahwa anak muda bukan sekedar objek pembangunan, melainkan penggerak utama transformasi ekonomi Indonesia,” ujar penyelenggara.


Tentang Youth Economic Outlook

Youth Economic Outlook adalah forum strategis tahunan yang bertujuan menghadirkan perspektif baru mengenai arah perekonomian Indonesia. Melalui analisis, dialog, dan kolaborasi lintas sektor, forum ini memperkuat kapasitas generasi muda dalam menjawab tantangan dan memaksimalkan peluang ekonomi global.


Executive Director Youth Economic Outlook, Mohammad Faisal, Ph.D, hadir dalam forum strategis bertajuk “Indonesia at a Crossroads: Empowering Youth to Accelerate Economic Transformation.” Acara ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk memahami arah baru perekonomian Indonesia sekaligus menyadari peran sentral mereka dalam mempercepat transformasi nasional.


Dalam paparannya, Dr. Mohammad Faisal menegaskan bahwa Indonesia berada pada momentum krusial. Di tengah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, disrupsi teknologi, dan perubahan struktur tenaga kerja, anak muda justru memiliki peluang terbesar untuk memimpin perubahan.


“Generasi muda hari ini bukan hanya penerima manfaat dari pembangunan, tetapi motor penggerak utama yang dapat menuntun Indonesia melompat ke arah ekonomi yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” tegas Faisal.


Menurutnya, ada tiga pilar utama yang harus menjadi fokus dalam mendorong percepatan transformasi ekonomi nasional:


1. Inovasi Teknologi dan Digitalisasi

Anak muda merupakan kelompok yang paling adaptif terhadap teknologi. Penguatan ekosistem digital menjadi kunci perluasan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas nasional.

2. Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif

Faisal menilai semangat kewirausahaan generasi muda adalah fondasi penting untuk memperluas sektor ekonomi baru yang berdaya saing global.

3. Kebijakan Publik yang Berorientasi Masa Depan

Pemerintah perlu memperluas partisipasi ruang pemuda dalam penyusunan kebijakan—mulai dari ekonomi hijau hingga tata kelola digital.


Acara Youth Economic Outlook tahun ini menjadi momentum bagi lahirnya rekomendasi strategi untuk memastikan Indonesia tidak sekadar bertahan di tengah persaingan global, melainkan menjadi negara yang mampu memanfaatkan potensi demografi secara optimal.


"Kita melihat banyak diskusi-diskusi atau dialeg kita terhadap ekonomi masih agak melipus ya, jadi orang begitu bahas tentang isu-isu ekonomi itu, yang ngerti ekonomi saja atau hanya ekonomi saja. Padahal kalo kita melihat dari struktur demo grafik kita sekarang itu lebih dari separoh, hampir 60 persen itu adalah kalangan yang muda, jadi apa yang saya bilang tadii, Genz itu 28 persen dari total penduduk kita, milenial itu 25 persen. Jadi kalo dengan Genz dan milenial saja itu sudah hampir 60 persen persen, jadi menurut saya apalagi kedepannya, trend demo grafik itu semakin lama semakin besar ya, sehingga ekonomi itu lebih dekat lagi kepada kelompok umur yang mayoritas. Jadi mereka itu setiap kali ada kebijakan berarti mayoritas mereka,, mestinya mereka bisa mendukung kebijakan."tambahnya


"Oleh karena itu Youth Economic diskusi-diskusi ini menjadi penting mendekatkan isu itu, karena mereka semakin banyak populasinya dan juga mereka menghadapi masalah-masalah ekonomi, yang paling besar isunya ketenagakerja, lapangan pekerjaan, kita melihat dari semua indikator, dari indeks keyakinan penciptaan lapangan pekerjaan, masalah lapangan pekerjaan yang formal yang umumnya sangat kecil dibandingkan dengan informal, upah rillnya pun turun. Jadi hal-hal ini kan sangat rids sekali terhadap anak-anak muda, dan kedepan kan mereka yang harusnya punya ekonomi kita ini, jadi memang itu harus bisa kepada anak-anak muda, semakin banyak lagi suara-suara yang bicara masalah ekonomi.tutupnya


Acara ditutup dengan dialog interaktif yang melibatkan ratusan peserta muda dari berbagai daerah, memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan visi tentang masa depan ekonomi Indonesia.

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال