Akhirnya Guru di Pematang Siantar yang Menghina Anak Atta Halilintar Minta Maaf

 

GROW MEDIA-

penghinaan terhadap Ameena, bocah usia 1 tahun — putri dari pasangan selebriti Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah — yang dilakukan seorang wanita asal Pematang Siantar mulai terang benderang. Pelakunya adalah  Emmy Rismauly L Tobing yang berprofesi sebagai guru SMP negeri 2 Pematang Siantar. Emmy pun telah mengakui penghinaan yang ia lakukan melalui media social itu.

Awalnya Emmy sebenarnya menolak untuk mengakui tindakannya itu. Ia mengaku kalau aksi penghinaan itu justru dilakukan orang lain melalui handphone-nya yang hilang di Payakumbuh, Sumatera Barat.

Ketika pihak Atta Halilintar meminta klarifikasi, Emmy bahkan sempat membentak. Ia menolak minta maaf karena merasa tidak bersalah.

Anehnya lagi, Emmy mengaku kalau bukan hanya dia saja yang menghina anak Atta Halilintar itu.  Banyak orang lain lagi.

“Mengapa hanya saya yang dipaksa minfa maaf!” ujar istri polisi ini.

Perilaku buruk seorang guru ini sempat membuat malu suaminya yang bertugas sebagai polisi di Payakumbuh. Sampai-sampai suaminya yang malah meminta maaf kepada pihak keluarga Atta Halilintar melalui kuasa hukum mereka yang khusus datang menemuinya di Payakumbuh. Kala itu, Emmy sedang berada di kota itu menemani suaminya.

Hal itu yang membuat pihak keluarga Atta merasa meradang. Mereka sempat mengancam akan menyeret Emmy ke ranah hukum  atas penghinaan yang ia sampaikan kepada anak Atta Halilintar.

Setelah diancaman begitu, barulah Emmy mengakui perbuatannya. Pada akhirnya wanita ini  menyampaikan permintaan maaf terkait tindakan penghinaan yang dilakukannya terhadap Ameena, putri semata wayang pasangan artis tersebut.

Katanya, permintaan maaf sudah ia sampaikan melalui video call dengan Atta Halilintar.

“Semua sudah di tangan pengacara Atta dan asistennya Septian, semua klarifikasi minta maaf ku, ” ujar perempuan yang dikenal sebagai guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun ini.

Disinggung terkait benarkah dirinya sendiri yang melakukan penghinaan lewat Instagram, bukan hacker seperti keterangan yang sebelumnya ia sampaikan kepada pimpinan SMP Negeri 2 tempat ia bernaung, Emmy tak mau menjawabnya.

“Yang penting saya sudah hubungi pengacara Atta dan sudah bicara langsung sama Atta minta maaf,” tambah Emmy.  Ia meminta kasus ini tak perlu lagi diberitakan.

Ia merasa urusan penghinaan ini hanya menyangkut dirinya dan pasangan Atta Halilintar  dan Aurel Hermansyah saja. Ia merasa tidak perlu mempertimbangkan permohonan maaf melalui media dan sarana penyampaian informasi publik lainnya.

Tindakan penghinaan yang dilakukan Emmy ini tidak hanya membuat malu keluarganya, tapi juga membuat malu sekolahnya. Sangat tidak pantas seorang guru mencaci maki seorang anak kecil di media social, sampai-sampai mengatakan anak itu penderita down syndrom. Penghina anak seperti itu selayaknya tidak mendapat tempat untuk sebagai pendidik generasi muda.

Hal itu yang membuat Atta dan Aurel selaku korban merasa permintaan maaf saja tidak cukup. Mereka mempertimbangkan untuk tetap bertekad akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Perlu sebuah Tindakan untuk memberi efek jera kepada pihak-pihak yang tidak bermoral, yang tega menghina seorang anak kecil di media social,” ujar Atta Halilintar. Ia berharap kasus penghinaan seperti ini jangan terjadi lagi di masa depan.

Sumber: Kajian

0 Komentar