Bangka,Growmedia,indo,com–
Sebuah bangunan tak hanya berdiri di atas batu dan semen, melainkan tumbuh dari ingatan dan cita-cita orang-orang yang mendirikannya. Hal itu disampaikan Drs H Syaiful Zohri, Ketua Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, di hadapan 170 santri baru pada hari pertama Pekan Pengenalan Pondok Pesantren (P4) atau Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda), Selasa (14/7).
Di hadapan para santri jenjang MTs dan SMA, Syaiful menunjuk sosok yang kini berdiri di sampingnya: Ustadz Iqbal Nursyamsi SPdI. “Beliau adalah salah satu dari 64 santri pertama yang masuk ke sini pada tahun 2002,” ujarnya dengan bangga. Kini, dua puluh empat tahun kemudian, Ustadz Iqbal mengabdi sebagai guru sekaligus bendahara yayasan, bahkan pernah memimpin MTs Plus Bahrul Ulum pada periode 2021–2024.
Tak hanya beliau, jejak generasi pertama masih terlihat jelas: Ustadzah Khairunisa, sesama angkatan pertama, kini memimpin perpustakaan pusat lembaga ini.
Syaiful sendiri adalah saksi sekaligus pelaku sejarah berdirinya kompleks pendidikan ini. “Pembangunan dimulai sejak 1999, dengan cita-cita sederhana namun kokoh: menghadirkan lingkungan pendidikan Islam yang utuh di tanah Bangka,” kenangnya. Gagasan besar itu lahir berkat dorongan Drs H Abu Hanifah, saat itu menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, yang mengusulkan dibangunnya pusat pendidikan Islam yang lengkap.
Secara bertahap cita-cita itu terwujud: MTs Plus mulai melangkah pada 2002, disusul SMA Plus empat tahun kemudian. Namun bagi Syaiful, tugas pesantren tak berhenti pada pengajaran semata. “Lembaga ini bukan sekadar tempat mencari ilmu, melainkan sarana memberdayakan masyarakat dan merajut persaudaraan,” tegasnya. Ia pun mengajak para santri baru: “Anggaplah tempat ini rumah kedua kita. Kita tumbuh bersama sebagai satu keluarga besar.”
Kepala Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ustadz Sukaryadi SPdI, menambahkan kegiatan ini bertujuan membangun jembatan pemahaman antara santri baru dengan lingkungan tempat mereka akan menempuh pendidikan. Dalam kesempatan itu, para santri juga diperkenalkan kepada para pendidik dari jenjang MTs, SMA, hingga pembina asrama.
Turut hadir Kepala MTs Plus Ustadz Ali Mafrohim SPdI, Kepala SMA Plus Ustadzah Yuniarsih MPd, serta jajaran pengurus yayasan. Rangkaian kegiatan P4 ini berlangsung hingga Sabtu, 18 Juli, membawa materi yang menyatukan pengenalan nilai, lingkungan, dan cita-cita luhur pendahulu lembaga ini.
Sejarah lengkap berdirinya Islamic Centre Sungailiat dapat dibaca di laman resmi: www.bahrululumic.com.







