Ketua Umum PB Al Washliyah Resmi Buka Rakernas GP Al Washliyah 2026: Pemuda Harus Jadi Pelopor Kemandirian Ekonomi dan Penjaga Masa Depan Bangsa

Ketua Umum PB Al Washliyah Resmi Buka Rakernas GP Al Washliyah 2026: Pemuda Harus Jadi Pelopor Kemandirian Ekonomi dan Penjaga Masa Depan Bangsa



Jakarta, - Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis, SH, MM, secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pemuda (GP) Al Washliyah 2026 pada hari Minggu (12/7/2026) bertempat Orchard Hotel Jakarta, yang mengusung tema "Penguatan Peran Pemuda Al Washliyah dan Kedaulatan Ekonomi di Tengah Dinamika Politik Global."


Dalam berbagai hal, Masyhuril Khamis menegaskan bahwa Rakernas bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum strategi untuk memperkuat konsolidasi kader, membangun kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan generasi muda Al Washliyah menghadapi tantangan bangsa di masa depan.


Ia mengawali Perayaannya dengan menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran organisasi otonom Al Washliyah yang hadir, mulai dari Gerakan Pemuda Al Washliyah, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA), Angkatan Putri Al Washliyah, Ikatan Sarjana Al Washliyah, Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah, Muslimat Al Washliyah hingga seluruh keluarga besar Al Jam'iyatul Washliyah.


Masyhuril juga mengungkapkan rasa syukur atas kesuksesannya Muktamar Al Washliyah yang berlangsung dengan penuh kesejukan, persaudaraan, dan menghasilkan kepemimpinan yang diterima seluruh elemen organisasi.


Menurutnya, budaya organisasi Al Washliyah yang menghormati senior dan mengedepankan musyawarah menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan organisasi.


Dalam kesempatan tersebut, Masyhuril mengingatkan bahwa GP Al Washliyah yang lahir pada tahun 1941 merupakan organisasi pemuda yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga agama, bangsa, dan negara.


Ia menekankan bahwa pemuda Al Washliyah harus memahami tujuan syariat Islam (Maqashid Syariah), terutama menjaga agama, menjaga keturunan, menjaga jiwa, menjaga akal, dan menjaga harta.


Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai ancaman sosial, seperti pakar narkoba, judi online, hingga berbagai perilaku yang dinilai dapat merusak moral generasi muda.


“Pemuda Al Washliyah harus menjadi teladan. Saya yakin kader-kader kita menjaga ibadahnya, menjaga akhlaknya, menjauhi narkoba, perjudian online, dan berbagai perilaku yang merusak masa depan,” tegasnya.


Selain penguatan karakter, Masyhuril memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia berharap seluruh kader tidak berhenti pada jenjang pendidikan sarjana, tetapi terus melanjutkan hingga magister bahkan doktor agar mampu bersaing secara nasional maupun global.


“Saya ingin pada akhir periode kepemimpinan nanti, kader-kader Al Washliyah sudah banyak yang bergelar doktor dan profesor. Organisasi besar harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.


Pada bidang ekonomi, Masyhuril menyampaikan dukungan penuh terhadap tema Rakernas yang menitikberatkan pada pemberdayaan kemandirian ekonomi umat.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi sumber daya alam, ekspor yang lebih berpihak kepada kepentingan nasional, serta pembentukan koperasi menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh kader-kader Al Washliyah.


Ia mengajak seluruh organisasi otonom membangun badan usaha dan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.


Mengutip sejarah Islam, Masyhuril menjelaskan bahwa sebagian besar sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga adalah para pedagang yang jujur.


Oleh karena itu, ia berharap kader GP Al Washliyah tidak hanya aktif di dunia organisasi dan politik, tetapi juga menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja serta memperkuat ekonomi masyarakat.


“Pemuda Al Washliyah harus menjadi wirausaha. Jadilah pebisnis yang jujur, profesional, dan mampu memberikan manfaat bagi umat. Rasulullah membangun pasar sebagai pusat perputaran ekonomi umat, dan itu menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” katanya.


Lebih lanjut, Masyhuril mengungkapkan bahwa PB Al Washliyah saat ini tengah fokus pada pengelolaan aset organisasi secara produktif.


Dengan nilai aset organisasi yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah, ia menilai diperlukan pengelolaan profesional melalui pengembangan wakaf produktif dan penguatan Al Washliyah Wakaf Center.


Ia berharap generasi muda menjadi motor utama dalam mengembangkan aset-aset tersebut agar mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan organisasi dan kesejahteraan masyarakat.


Di akhir sambutannya, Masyhuril berharap Rakernas GP Al Washliyah menghasilkan rekomendasi strategis, baik untuk penguatan internal organisasi maupun sebagai kontribusi pemikiran terhadap pembangunan nasional.


Ia menegaskan bahwa periode kepemimpinan PB Al Washliyah ke depan akan difokuskan pada kaderisasi, penguatan ekonomi, produktivitas aset organisasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.


“Saya berharap Gerakan Pemuda Al Washliyah menjadi pelopor lahirnya generasi muda yang religius, intelektual, mandiri secara ekonomi, serta mampu membawa Al Washliyah menjadi organisasi yang semakin besar dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال