Jakarta-growmedia-indo.com
Pengurus Besar Federasi Mountaineering Indonesia (PB FMI) secara resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 pada Sabtu (27/6) di Rumsing Kodamar, Jakarta Utara. Mengusung tema "Penguatan Organisasi dan Solidaritas Mountaineering Nasional", kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, memadukan pertemuan luring di Jakarta Utara dengan partisipasi daring dari pengurus di berbagai wilayah Indonesia.
Rakernas diikuti oleh jajaran Pengurus Besar PB FMI, pengurus daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, mitra strategis, serta komunitas mountaineering dari seluruh Indonesia. Forum nasional ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menyusun arah kebijakan PB FMI yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program di seluruh Indonesia.
Ketua Umum PB FMI, Mayjen Mar (Purn) Buyung Lalana, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa Federasi Mountaineering Indonesia memiliki visi besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui lima bidang strategis, yakni pendidikan, penelitian, penjelajahan, olahraga prestasi, dan kebencanaan.
"Kelima bidang tersebut merupakan ruang pengabdian kita kepada masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, PB FMI harus terus berkembang menjadi organisasi yang profesional, solid, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia," ujar Buyung Lalana.
Ia menjelaskan, pembahasan lebih mendalam mengenai arah kebijakan organisasi, strategi pengembangan, serta program kerja akan dipaparkan oleh Sekretaris Jenderal PB FMI, Dr. Iqbal, bersama jajaran pengurus lainnya. Buyung juga mengajak seluruh peserta Rakernas, baik yang hadir secara langsung maupun melalui konferensi virtual, untuk aktif memberikan gagasan, kritik, dan masukan konstruktif demi menghasilkan program kerja yang aplikatif hingga tingkat daerah.
Selain membahas agenda organisasi, Buyung menekankan pentingnya menjaga etika berorganisasi dengan menghormati para pendiri, senior, dan seluruh anggota sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan serta solidaritas internal federasi.
Menurutnya, PB FMI juga harus memperluas peran strategisnya melalui berbagai kegiatan yang berdampak bagi masyarakat sekaligus membangun kemitraan dengan berbagai lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna memperkuat posisi mountaineering Indonesia di kancah global.
Dengan mengusung semangat "Salam Ring of Fire", Rakernas PB FMI 2026 diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis dan program kerja yang inovatif, kolaboratif, serta berorientasi pada penguatan organisasi, peningkatan prestasi, keselamatan kegiatan mountaineering, serta kesiapsiagaan dalam bidang kebencanaan.
Pada akhir sambutannya, Mayjen Mar (Purn) Buyung Lalana secara resmi membuka Rakernas PB FMI Tahun 2026.
"Dengan memohon ridha Allah SWT, pada hari ini, Sabtu, 27 Juni 2026, Musyawarah Rapat Kerja Nasional Federasi Mountaineering Indonesia Tahun 2026, yang dihadiri Pengurus Besar serta Pengurus Daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, baik secara luring maupun daring, dengan ini secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kelancaran, dan keberkahan dalam seluruh rangkaian kegiatan serta menjadikan hasil musyawarah ini bermanfaat bagi kemajuan organisasi dan bangsa," tutup Buyung.
Rakernas ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat tata kelola organisasi PB FMI, mempererat sinergi antarpengurus di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kontribusi komunitas mountaineering terhadap pembangunan nasional melalui pendidikan, konservasi, olahraga, penelitian, dan penanggulangan bencana.
(ine)





