Bangka Tengah,Growmedia,indo,com – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung menggelar Seminar Edukasi bertajuk “Remaja Berdaya, Masa Depan Terjaga” di SMA Negeri 1 Sungai Selan, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi siswa agar mampu menghadapi tantangan pergaulan dan perkembangan zaman secara positif.
Seminar ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah PR Professional yang diampu Yera Yulista, M.Si, sekaligus wujud pengabdian mahasiswa kepada dunia pendidikan dan masyarakat. Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan yang menghadirkan dua narasumber dengan materi yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini.
Brigadir Polisi Polsek Sungai Selan, Bussyaeri, S.H., menyampaikan paparan mengenai bahaya narkoba, berbagai bentuk kenakalan remaja, perilaku berisiko, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkannya. Sementara itu, Melisa, mahasiswi KPI IAIN SAS Babel, mengedukasi peserta agar bijak menggunakan media sosial dan mampu mengambil keputusan yang tepat demi masa depan.
Bussyaeri menyambut baik inisiatif mahasiswa. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Materi yang disampaikan diharapkan bermanfaat dan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Salah satu peserta, Fahira, siswa kelas XI, mengaku kegiatan ini sangat membantu. “Pembahasannya dekat dengan keseharian kami, mulai dari cara bermedia sosial hingga bahaya pergaulan bebas. Semoga kegiatan serupa terus diadakan agar lebih banyak remaja yang teredukasi,” katanya.
Kepala SMA Negeri 1 Sungai Selan, Nelly Yuliana, M.Pd, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa IAIN SAS Babel yang telah berbagi ilmu. Semoga kegiatan ini menjadi awal perubahan positif dan terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap siswa tumbuh menjadi generasi yang sadar, cerdas, bijak dalam bertindak, serta memiliki tanggung jawab tinggi agar masa depan tetap terjaga dari pengaruh buruk.







