Pelantikan Ketua APMISO DPW DKI Jakarta, Perkuat Soliditas Pedagang Mie dan Bakso Nasional
Jakarta,– Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (APMISO) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APMISO DKI Jakarta, (6/5/2026). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi nasional yang diadakan di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2026.
Ketua APMISO DKI Jakarta, Iskandar, S.Sos, dalam wawancara dengan awak media menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar APMISO Nusantara dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat struktur organisasi di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami APMISO Nusantara pada tahun 2026 ini mengadakan silaturahmi sekaligus musyawarah nasional yang dimulai pada 7 April di Jawa Timur, dilanjutkan 18 April di Semarang, Jawa Tengah, dan hari ini 6 Mei di Jakarta. Ke depan, kegiatan ini akan terus kami lanjutkan ke berbagai wilayah lainnya,” ujar Iskandar.
Ia menambahkan, selain memperkuat kepengurusan, APMISO juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi dan kalangan akademisi. “Kami ingin akademisi dapat berperan aktif membantu para pedagang mie dan bakso, baik dari sisi manajemen usaha, inovasi produk, hingga peningkatan kualitas dan daya saing,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pembina APMISO, Prof. Dr. H. Dudung Abdurahman, M.Hum, dalam Berbagainya menegaskan bahwa dirinya hadir sebagai pembina yang memahami langsung kondisi pedagang di lapangan.
“Saya ini bukan sekadar ketua pembina di atas kertas, tapi juga pelaku usaha bakso. Saya merasakan langsung berbagai tantangan yang dihadapi pedagang,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan sejumlah permasalahan utama yang dihadapi para pedagang, di antaranya terkait sertifikasi halal yang masih terbatas, khususnya pada fasilitas penggilingan daging yang terjamin kehalalannya. “Saat ini baru sekitar 1,5 persen yang benar-benar terjamin halal, ini menjadi perhatian serius,” katanya.
Selain itu, tingginya harga daging juga menjadi tantangan besar bagi para pelaku usaha. Menurutnya, kondisi ini diperparah oleh keterbatasan akses dan dominasi pihak tertentu dalam distribusi daging, sehingga berdampak pada melonjaknya harga bahan baku.
“Ke depan, kami berharap ada kebijakan dari kementerian terkait agar APMISO dapat diberikan kuota impor daging. Dengan begitu, para pedagang bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran koperasi sebagai solusi jangka panjang. “Jika koperasi bisa berjalan dengan baik, maka distribusi daging bisa lebih merata dan harga bisa lebih terkendali, sehingga tidak memberatkan pedagang kecil,” tambahnya.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi APMISO DKI Jakarta untuk semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi para pedagang mie dan bakso di tengah dinamika perekonomian saat ini.





